Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Mensos: Pendamping Penerima Bansos Digaji, Tak Ada Alasan untuk Memotong

Menteri Sosial Tri Rismaharini menilai pihaknya berusaha mengantisipasi penyalahgunaan bantuan sosial terkait Covid-19.

Mensos: Pendamping Penerima Bansos Digaji, Tak Ada Alasan untuk Memotong
Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi
Menteri Sosial Tri Rismaharini di Kantor Kemensos, Jaaln Salemba Raya, Jakarta, Senin (21/6/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini menilai pihaknya berusaha mengantisipasi penyalahgunaan bantuan sosial terkait Covid-19.

Risma bicara soal para pendamping penerima bantuan sosial yang diduga memotong bansos para penerima

"Sebetulnya para pendamping ini sudah menerima gaji," katanya dalam konferensi pers di kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Sidak ke Kampung Nelayan Jakarta Utara, Menko PMK Tindaklanjuti Warga Belum Terima Bansos

Menurutnya, dengan hak para pendamping PKH, Risma mengatakan bahwa tak ada alasan pemotongan bansos dilakukan

"Jadi mereka sudah menerima gaji. Artinya bahwa tidak ada alasan lagi mereka memotong untuk apa pun karena menerima gaji," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Sosial Tri Rismaharini menemukan pungutan liar Bantuan Sosial (Bansos) di Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten.

Risma secara diam-diam blusukan di perkampungan kawasan Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang untuk memeriksa penyaluran bansos oleh Kementerian Sosial, Rabu (28/7/2021)

"Kamu dananya dipotong oleh siapa? Sebut namanya, jangan takut, ada polisi di sini yang siap menindaklanjuti," ucap Risma pada penerima bansos.

Baca juga: PPKM Level 4 Dilanjutkan, PAN: Harus Diiringi Penegakkan Prokes Humanis dan Bansos Tepat Sasaran

Seorang warga mengaku pernah dimintai Rp50 ribu oleh oknum pendamping untuk mendapatkan BST dari Kemensos.

Sementara pada bansos BPNT Risma mendapati ada nilai bahan pokok yang tidak sesuai dengan ketentuan, yakni kurang dari Rp200 ribu.

Halaman
12
Penulis: Reza Deni
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas