Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Calon Hakim Agung

Calon Hakim Agung Brigjen Tama Ulinta Bicara Tentan Penemuan Hukum Soal LGBT di Lingkungan TNI

Hal tersebut ditanyakan karena Amzulian mendapat topik pertanyaan terkait dengan kenegarawanan dan isu-isu aktual.

Calon Hakim Agung Brigjen Tama Ulinta Bicara Tentan Penemuan Hukum Soal LGBT di Lingkungan TNI
Screenshot
Calon Hakim Agung Kamar Pidana Militer yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama, Brigjen TNI Tama Ulinta Boru Tarigan (Kanan) dan Anggota Komisi Yudisial Amzulian Rifai (Kiri) dalam Wawancara Terbuka Calon Hakim Agung Tahun 2021 Hari Ke-4 yang disiarkan di kanal Youtube Komisi Yudisial pada Jumat (6/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Hakim Agung Kamar Pidana Militer yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama, Brigjen TNI Tama Ulinta Boru Tarigan, ditanya karya tulisnya tentang penemuan hukum terkait perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di lingkungan TNI.

Awalnya Anggota Komisi Yudisial Amzulian Rifai memintanya menguraikan terkait karya tulis Tama tersebut.

Hal tersebut ditanyakan karena Amzulian mendapat topik pertanyaan terkait dengan kenegarawanan dan isu-isu aktual.

Baca juga: Calon Hakim Agung Brigjen Slamet Sarwo Dicecar Soal Sidang Militer Pertempuran Hingga Eksekusi Mati

Tama kemudian menjelaskan kasus LGBT cukup banyak di lingkungan TNI karena mereka mempunyai komunitas yang anggotanya juga berasal dari kalangan masyarakat sipil.

Dalam komunitas tersebut, kata dia, para anggotanya tidak memandang jabatan mulai dari anggota TNI berpangkat tinggi hingga pangkat rendah.

Mereka, kata dia, justru menjadi pelaku dalam tindak pidana itu.

Baca juga: Calon Hakim Agung Brigjen Slamet Sarwo Edy Ditanya Soal Tingginya Kasus Narkotika di Lingkungan TNI 

Oleh karena itu, kata dia, dalam pengadilan militer bahkan sampai tingkat kasasi melalui rapat kamar pada kamar militer Mahkamah Agung telah dilakukan suatu terobosan.

Terobosan tersebut, kata dia, dilakukan karena untuk kasus LGBT tidak secara tegas diatur dalam Undang-Undang memang tidak secara tegas diatur dan hanya terkait dengan pasal melanggar susila dan sebagainya.

Oleh karena itu, kata dia, diterbitkan Surat Telegram dari Panglima TNI bahwa perilaku LGBT tidak boleh dibiarkan dan harus diberantas sampai setuntas-tuntasnya melalui penegakan hukum.

Baca juga: Calon Hakim Agung Yohanes Priyana Ditanya Soal Vonisnya Terhadap Siti Fadilah Supari

Halaman
1234
Penulis: Gita Irawan
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas