Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pengamat P3S Sebut Presiden Jokowi Tak Perlu Umbar Prestasi Pemerintah dalam Pidato Kenegaraan

Bangsa ini tahu seperti apa pencapaian pemerintah dan p;idato yang hebat disampaikan secara sederhana tapi memiliki bobot dan nilai yang besar

Pengamat P3S Sebut Presiden Jokowi Tak Perlu Umbar Prestasi Pemerintah dalam Pidato Kenegaraan
Foto: Setkab
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) 2021, Selasa (27/7/2021). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Political and Policy Public Studies (P3S) Jerry Massie menilai ada banyak hal yang perlu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraannya pada sidang tahunan MPR RI, Senin (16/8/2021) besok.

"Paling baik pidato untuk persatuan dan Pak Presiden bisa juga menyampaikan permohonan maaf kalau ada kekeliruan dalam pemerintahannya.

Kritikan masyarakat menjadi penyemangat bagi pemerintah untuk maju menggapai mimpi," kata Jerry saat dihubungi, Minggu (15/8/2021).

Dia mengatakan prestasi-prestasi spektakuler yang diraih pemerintah sebaiknya tidak perlu diumbar.

"Bangsa ini tahu seperti apa achievement (pencapaian) pemerintah.

Pidato yang hebat disampaikan secara sederhana tapi memiliki bobot dan nilai yang besar," tambahnya.

Baca juga: Sambut HUT Ke-76 RI, Relawan KIB Jokowi Dorong Kepedulian Sosial di Masa Pandemi Covid-19  

Untuk itulah, Jerry menyebut value atau nilai kebangsaan perlu dikedepankan di balik ketakutan publik akan Covid-19 yang berkepanjangan.

"Pasalnya angka yang terpapar sudah 3 juta lebih dan 100 ribu yang meninggal. Bahkan dokter yang meninggal sudah di atas 600 orang.

Jadi ada narasi yang menyemangati rakyat Indonesia agar bisa berjuang dalam menghadapi Covid-19," tambahnya.

Presiden Jokowi, dikatakan Jerry, juga perlu menggarisbawahi janji-janji  seperti bantuan sosial bagi warga sampai ke cara mengatasi kemiskinan.

"Penting dalam politik Jokowi perlu pertegas dengan bola liar atau isu politiik yang sempat membawa-bawa namanya contoh Jabatan Presiden 3 Periode. Tak masalah menyampaikan bahwa isu itu tak perlu diangkat lagi.

Biarlah kerannya ditutup karena sesuai konstitusi periodisasi jabatan presiden hanya 2 periode," kata Jerry.

Selain itu, Jerry mengatakan Presiden Jokowi perlu juga meminta saran dan masukan terkait iklim politik yang memanas jelang Pilpres 2024.

"Hal yang perlu dipaparkan politik dan hukum yakni agar segenap bangsa bisa menyukseskan Pemilu 2024 dan tingkat partisipatif lebih baik," pungkasnya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas