Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ubah Tema Lomba Karya Tulis, BPIP Dinilai Wamenag Terbuka Menerima Kritik 

Zainut juga mengapresiasi keputusan BPIP untuk mengubah tema lomba dalam rangka Bulan Pancasila dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-76 RI tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ubah Tema Lomba Karya Tulis, BPIP Dinilai Wamenag Terbuka Menerima Kritik 
Tribunnews.com, Chaerul Umam
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tahuid Sa'adi. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengapresiasi permintaan maaf yang disampaikan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terkait tema lomba karya tulis yang sempat tuai kontroversi. 

Permintaan maaf disampaikan Sekretaris Utama BPIP, Karjono, 16 Agustus 2021.

"Permintaan maaf tersebut bentuk sikap responsif dan terbuka BPIP dalam menerima kritik dan masukan dari masyarakat," ujar Zainut melalui keterangan tertulis, Rabu (18/8/2021).

Selain itu, Zainut juga mengapresiasi keputusan BPIP untuk mengubah tema lomba dalam rangka Bulan Pancasila dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-76 RI tersebut.

Lomba karya tulis BPIP awalnya mengusung tema 'Hormat Bendera Menurut Hukum Islam' dan 'Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam'.

Baca juga: Politikus PAN Minta BPIP Lakukan Evaluasi Total  

Setelah muncul respon pro kontra dari publik, tema itu diubah menjadi 'Pandangan Agama dalam Menguatkan Wawasan Kebangsaan' dan 'Peran Masyarakat Dalam Penanggulangan Pandemi COVID-19 Menuju Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh'. 

Rekomendasi Untuk Anda

Dirinya menyambut baik inisiatif BPIP menggelar lomba karya tulis. Apalagi, BPIP juga mengajak para santri untuk bisa ikut ambil bagian dalam kompetisi itu.

"Saya sangat mendukung lomba tersebut tetap diadakan dengan tema baru. Ini bisa juga menjadi ajang untuk menggali potensi para santri, sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air," ujar Zainut.

Sebelumnya, selain menyampaikan permohonan maaf, Karjono juga menyampaikan bahwa pendaftar ajang ini cukup banyak, lebih dari 300 orang. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas