Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Menteri LHK Tekankan 3 Poin Penting Terkait Kerangka Kerja Biodiversitas

Indonesia hadir secara virtual dalam acara PreCOP Biodiversity 2021–High Level Political Forum, Senin (30/8/2021).

Menteri LHK Tekankan 3 Poin Penting Terkait Kerangka Kerja Biodiversitas
dok KLHK
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam acara PreCOP Biodiversity 2021 – High Level Political Forum atas undangan Pemerintah Kolombia pada Senin (30/8/2021) secara virtual. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia hadir secara virtual dalam acara PreCOP Biodiversity 2021–High Level Political Forum, Senin (30/8/2021).

Kehadiran Indonesia dalam forum tersebut atas undangan Pemerintah Kolombia.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam acara tersebut menekankan tiga poin penting yang diperhatikan terkait kerangka kerja Biodiversitas setelah 2020.

Di antaranya target global harus terukur dan fleksibel, ada keseimbangan antara target dan perangkat pendukung pelaksanaannya, serta nilai minimum untuk semua target dan indikator yang dapat dimonitor untuk dapat dicapai negara-negara di dunia.

Bagi Indonesia, Post 2020 Global Biodiversity Framework (GBF) akan menjadi standar keberlangsungan hidup.

"Sebagai rumah bagi lebih dari 490 ribu spesies di 19 tipe ekosistem dengan 74 tipe vegetasi, Indonesia mendukung langkah-langkah perundingan kerangka kerja biodiversitas yang sedang berlangsung,” kata Siti Nurbaya, Senin (30/8/2021).

Baca juga: KLHK Susun Rencana Operasional Indonesia FoLU Net Sink 2030

Siti mengatakan Indonesia menempuh tiga pilar sesuai tujuan Konvensi Keanekaragaman Hayati, yaitu pengawetan, perlindungan, dan pemanfaatan yang berkelanjutan.

Dirjen KSDAE, Wiratno, yang mendampingi Menteri LHK, menyampaikan beberapa capaian signifikan yang telah dilakukan Indonesia.

Sebagai contoh, pada tingkat ekosistem, Indonesia berhasil mempertahankan 51 juta hektar kawasan lindung, yang mencakup lebih dari 28% area daratan Indonesia, termasuk di dalamnya 1,4 juta hektar areal bernilai konservasi tinggi pada wilayah konsesi swasta.

Baca juga: KLHK Sanksi PT TPL Terkait Pencemaran Limbah Industri di Danau Toba

Halaman
12
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas