Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Apresiasi Konsep Vaksinasi Ketua MPR, Boni Hargens: Terobosan Cerdas Tangkal Kebangkitan Radikalisme

Ahli Politik Boni Hargens mengapresiasi konsep vaksinasi ideologi yang disampaikan oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Apresiasi Konsep Vaksinasi Ketua MPR, Boni Hargens: Terobosan Cerdas Tangkal Kebangkitan Radikalisme
Ist
Webinar Kebangsaan Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) dan Forum Intelektual Muda bertajuk "Vaksinasi Ideologi: Kiat Menangkal Radikalisme Pasca-kemenangan Taliban di Afghanistan" yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Semanggi, Jakarta, Senin (6/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahli Politik Boni Hargens mengapresiasi konsep vaksinasi ideologi yang disampaikan oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam merespon kebangkitan radikalisme di Indonesia.

Apalagi, kata Boni, pasca kemenangan Taliban di Afghanistan yang telah membangkitkan militansi kelompok radikal dan teroris.

“Konsep vaksinasi ideologi dari Ketua MPR, Bambang Soesatyo, merupakan terobosan berpikir yang cerdas dalam merespons kebangkitan radikalisme di Indonesia,” kata Boni dalam Webinar Kebangsaan Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) dan Forum Intelektual Muda bertajuk "Vaksinasi Ideologi: Kiat Menangkal Radikalisme Pasca-kemenangan Taliban di Afghanistan" yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Semanggi, Jakarta, Senin (6/9/2021).

Kemenangan Taliban di Afghanistan, kata Boni, telah meningkatkan militansi kelompok radikal dan teroris di tanah air.

Bahkan sel-sel tidur ISIS dalam banyak studi para ahli terorisme, tutur Boni, mengalami rekonsolidasi yang serius.

“Ini jelas potensi ancaman bagi demokrasi kita,” tandas dia.

Baca juga: Daftar 9 Daerah yang Disorot Jokowi karena Rendahnya Capaian Vaksinasi Covid-19

Menurut Boni, vaksinasi ideologi harus menyasar kaum milenial yang rentan menjadi korban proyek disinformasi, desepsi, dan propaganda yang dilancarkan kelompok radikal di media sosial ataupun dalam dakwah-dakwah dunia nyata.

“Merawat keindonesiaan yang berdasarkan Pancasila memerlukan kebijakan dan gerakan strategis dari negara yang melibatkan masyarakat sendiri karena radikalisasi terus meningkat dalam aspek militansi. BNPT memang meyakini potensi radikalisme menurun ke 14% dari 38,4% tahun 2019. Tapi kan militansinya justru meningkat. Itu yang harus disikapi dengan tegas dan jelas,” tegas Boni.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang memberikan sambutan secara virtual dalam acara webinar tersebut mengakui bahwa keberhasilan Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan sedikit banyak mempengaruhi kondusifitas politik dalam negeri.

Karena itu, kata Bamsoet, sapaan akrabnya, perlu kewaspadaan karena tumbuh radikalisme di dalam negeri juga dipicu oleh dinamika global termasuk kemenangan Taliban di Afghanistan.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas