Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pangkoarmada I Pantau Situasi Laut Natuna Utara Lewat Udara, Tak Temukan Kapal Perang Asing

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah melakukan patroli udara guna memastikan kehadiran unsur TNI AL di Laut Nat

Pangkoarmada I Pantau Situasi Laut Natuna Utara Lewat Udara, Tak Temukan Kapal Perang Asing
Dispen Kolinlamil
Panglima Kolimlamil Laksda TNI Arsyad Abdullah resmi menjabat sebagai Panglima Kolinlamil setelah upacara serah terima jabatan yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono di Mabesal, Cilangkap Jakarta Timur pada Senin (28/6/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah melakukan patroli udara guna memastikan kehadiran unsur TNI AL di Laut Natuna Utara pada Jumat (17/9/2021).

Usai mendarat di Bandar udara Ranai, Arsyad mengatakan Operasi di Laut Natuna Utara juga melibatkan pesawat udara TNI AL untuk melakukan patroli udara maritim secara rutin di wilayah tersebut selain KRI. 

"Dari hasil patroli udara hari ini, saya meyakinkan bahwa unsur TNI AL dalam hal ini 4 KRI berada di Laut Natuna utara untuk menjaga keamanan laut dan memberikan rasa aman bagi para pengguna laut khususnya nelayan kita,” kata Arsyad dalam keterangan resmi Dinas Penerangan Koarmada I pada Jumat (17/9/2021).

Arsyad juga mengatakan bahwa selama melakukan patroli udara tidak dijumpai adanya kapal perang ataupun coast guard negara asing, demikian pula kapal ikan asing (KIA).

Namun demikian, kata dia, ada beberapa kontak yang kita temui selain KRI TNI AL yakni kapal nelayan lokal (KII) dan beberapa kapal niaga jenis tanker dan kontainer yang sedang melintas di ZEEI.

Baca juga: Pangkoarmada I: Jajaran Koarmada I dari Aceh Sampai Cirebon Gelar Vaksinasi Serempak

“Anda lihat sendiri ada empat kapal yang sedang melintas di perairan internasional karena ZEE adalah perairan internasional di mana merupakan hak lintas damai dari negara-negara yang akan melintas di perairan tersebut,” kata Arysad.

Terkait video viral tentang kapal nelayan yang memvideokan keberadaan kapal perang asing, Arsyad mengatakan hal tersebut bisa saja terjadi.

Hal itu karena, kata dia, di atas ZEEI juga ada hak pelayaran internasional atau freedom of navigation di mana semua negara memiliki hak lintas damai di sana. 

Kapal perang yang viral dalam video tersebut, kata Arsyad, mungkin sedang melakukan hak lintas damai atau sedang melintas di Laut Natuna Utara

Arsyad juga mengatakan tugas TNI AL berdasarkan Undang-Undang TNI di antaranya adalah mengamankan perairan Laut Natuna Utara dengan menggelar operasi “Siaga Segara 21”.

Dalam mengamankan Laut Natuna Utara, kata dia, KRI dituntut selalu hadir 1 X 24 jam.

Oleh karena itu, kata dia, TNI AL mengerahkan sampai dengan lima KRI secara bergantian.

Di mana, kata dia, setidaknya ada tiga atau empat KRI yang bersiaga di laut sementara lainnya melaksanakan bekal ulang untuk memantau kapal-kapal yang kemungkinan memasuki perairan yurisdiksi Indonesia. 

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas