Tribun

Ibu dan Anak Tewas di Mobil

Polri Masih Cari Ponsel Korban Amalia, Diduga Kuat Dibawa Pelaku

Penyidik gabungan Bareskrim Polri beserta Polda Jawa Barat dan Polres Subang juga telah mengumpulkan sejumlah sampel DNA untuk pembanding.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Dewi Agustina
Polri Masih Cari Ponsel Korban Amalia, Diduga Kuat Dibawa Pelaku
Dwiki Maulana Vellayati/Tribun Jabar
Tim dari Bareskrim Polri dan Puslabfor saat di TKP kasus perampasan nyawa Amalia Mustika Ratu dan Tuti di Kampung Ciseuti Desa Jalan Cagak Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang, Kamis (16/9/2021) (Tribun Jabar / Dwiky Maulana) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Misteri kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang masih menjadi tanda tanya. Belum diketahui secara pasti pelaku pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan penyidik juga masih mencari ponsel milik Amalia Mustika Ratu. Sebab, ponsel korban hingga kini masih belum aktif.

Menurutnya, ponsel korban diduga telah dibawa oleh pelaku tidak lama usai membunuh Tuti dan Amalia.

Padahal, ponsel itu juga bisa menjadi salah satu bukti pengembangan terkait kasus pembunuhan tersebut.

"HP milik korban atas nama AMR itu hingga saat ini belum ditemukan dan sinyalnya belum aktif. Jadi sampai saat ini apakah HP tersebut dibawa oleh tersangka apa gimana. Nah itu persoalannya belum ditemukan," kata Ramadhan kepada wartawan, Sabtu (18/9/2021).

Baca juga: Update Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Polisi Analisa 55 Titik CCTV

Ramadhan menambahkan penyidik gabungan Bareskrim Polri beserta Polda Jawa Barat dan Polres Subang juga telah mengumpulkan sejumlah sampel DNA untuk pembanding.

Ia menuturkan, sampel DNA pembanding itu nantinya akan dicocokkan dengan barang yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Puslabfor Polri.

"Jadi kita tinggal mencari pembanding dimana ada beberapa barang bukti yang tertinggal seperti helm, di sana dari helm tersebut kita sudah mendapatkan sampel dari helm yang tertinggal. Tinggal kita mencari sampel pembanding dari orang-orang yang nanti akan diduga sebagai tersangka," ujarnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas