Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kontroversi Pernyataan Pangkostrad, TB Hasanuddin: TNI Komitmen Jaga Toleransi Umat Beragama

Pernyataan Pangkostrad merupakan bentuk toleransi kehidupan berbangsa dan bernegara terutama di lingkungan TNI.

Kontroversi Pernyataan Pangkostrad, TB Hasanuddin: TNI Komitmen Jaga Toleransi Umat Beragama
Tribunnews.com/Gita Irawan
Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Dudung Abdurrachman. Foto diambil Senin (10/5/2021). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menanggapi pernyataan Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Dudung Abdurrachman yang menyatakan semua agama benar di mata Tuhan.

Diketahui, pernyataan tersebut menuai pro dan kontra di publik, bahkan Majelis Ulama Indonesia pun ikut mengomentari.

Menurut Hasanuddin, pernyataan Pangkostrad merupakan bentuk toleransi kehidupan berbangsa dan bernegara terutama di lingkungan TNI.

"Pernyataan Pangkostrad ini disampaikan saat memberikan arahan internal kepada para prajurit di Batalyon Zeni Tempur 9/Kostrad, Bandung. Di lingkungan TNI sejak saya masuk menjadi Taruna Akademi Militer, selalu ditanamkan tentang persatuan, jiwa korsa, kohesi dan loyalitas antara sesama teman dan sebagainya," kata Hasanuddin dalam keterangannya, Minggu (19/9/2021)

Legislator PDIP itu memaparkan dalam kehidupan sehari-hari di asrama militer pun ditekankan untuk wajib saling menghormati antar pemeluk agama.

"Di asrama militer juga terjadi proses sosial saling menghormati satu sama lain, misalnya saat akan melakukan ibadah ya semua berikan kesempatan," tuturnya.

Ia menambahkan, saat mendapat tugas ke medan tempur juga para prajurit selalu memegang teguh toleransi antarumat beragama.

Baca juga: Kontroversi Pernyataan Pangkostrad, Ahmad Basarah: Konteksnya Toleransi Kebangsaan

"Saat melakukan ibadah di medan pertempuran prajurit juga wajib saling melindungi. Semisal prajurit muslim melaksanakan salat, prajurit nonmuslim melindunginya dari musuh, begitu juga sebaliknya. Toleransi beragama di lingkungan TNI memang sangat kental dan itu terus terbina," tegasnya.

Mayor Jenderal Purnawirawan TNI AD itu menekankan agama memang menjadi pegangan bagi setiap orang tak terkecuali prajurit dalam menjalani kehidupan sehari- hari.

Halaman
12
Penulis: Reza Deni
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas