Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kejaksaan Agung Tangkap 110 Buronan Selama Januari Sampai Agustus 2021

Korps Adhyaksa diharapkan memiliki kesadaran terhadap perangkat informasi dan intelijen yang digunakan.

Kejaksaan Agung Tangkap 110 Buronan Selama Januari Sampai Agustus 2021
Humas BNN
Ilustrasi Borgol 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kejaksaan Agung menangkap lebih dari 100 tersangka, terpidana ataupun terdakwa yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak Januari hingga Agustus 2021 saat ini.

"Dalam kurun waktu Januari sampai dengan Agustus 2021 tercatat ada 110 orang DPO yang diamankan," kata Jaksa Agung Muda bidang Intelijen, Sunarta dalam keterangannya, Kamis (22/9/2021).

Sunarta meminta agar jajaran intelijen di Korps Adhyaksa dapat menyelenggarakan fungsi dan tugasnya dalam fungsi penegakkan hukum. Dalam hal ini, kata dia, membantu menemukan buronan-buronan yang berkasus di Indonesia.

Ia menerangkan Kejaksaan beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi saat ini dengan menggunakan Adhyaksa Monitoring Center (AMC) untuk melacak buronan-buronan.

"AMC juga dimanfaatkan dalam melakukan pelacakan aset hasil kejahatan," jelas dia.

Baca juga: Buronan Kasus Korupsi Tauhidi Fachrurozi Tertangkap di Subang

Dalam tahun ini, ada sejumlah buronan kelas kakap yang juga turut diciduk oleh Kejaksaan Agung. Misalnya terpidana kasus pembalakan liar yang telah buron 14 tahun, Adelin Lis.

Di sisi lain, Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta kepada jajaran bidang intelijen untuk memastikan agar perangkat digital kejaksaan aman dan tidak mudah dibobol.

Dalam hal ini, kata Burhanuddin, setiap pengadaan perangkat intelijen harus memenuhi kaidah pengadaan dan teknologi informasi yang sesuai dengan ketentuan.

"Tolong pastikan perangkat digital kejaksaan aman, tidak ada kebocoran," jelas Burhanuddin saat membuka rapat kerja teknis bidang Intelijen.

Ia menekankan bahwa potensi ancaman di dunia digital semakin tinggi dan kompleks sehingga personel Korps Adhyaksa diharapkan memiliki kesadaran terhadap perangkat informasi dan intelijen yang digunakan.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas