Tribun

KSP Pastikan Kartu Tani Tingkatkan Akurasi dan Efisiensi Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Pemerintah memiliki perhatian dan concern yang sangat besar pada peningkatan produksi dan kesejahteraan petani di Indonesia.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
zoom-in KSP Pastikan Kartu Tani Tingkatkan Akurasi dan Efisiensi Penyaluran Pupuk Bersubsidi
TRIBUN/HO
Ilustrasi pupuk. KSP pastikan Kartu Tani tingkatkan akurasi penyaluran pupuk bersubsidi kepada para petani. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah memiliki perhatian dan concern yang sangat besar pada peningkatan produksi dan kesejahteraan petani di Indonesia.

Salah satunya melalui penyaluran pupuk bersubsidi kepada para petani.

Melalui cara ini, diharapkan dapat mendukung petani untuk terus berproduksi dan mendorong ketahanan pangan nasional.

Dalam implementasinya, kebijakan penyaluran pupuk bersubsidi juga dilakukan melalui Kartu Tani.

Menurut Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Panutan Sulendrakusuma, Kartu Tani merupakan bentuk upaya pemerintah untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani.

"Dengan demikian masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan manfaat," kata Panutan saat melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Sukamaju II Desa Margodadi Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Kamis (23/9/2021).

Baca juga: KSP Sebut Warga Sumberklampok Buleleng Bali Akhirnya Terima Sertifikat Redistribusi Tanah

Data Kementerian Pertanian menunjukkan jumlah petani di Indonesia mencapai 33,4 juta orang.

Pertanian juga memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap PDB yakni sebesar 14,27 persen di tahun 2021.

Ini merupakan kontribusi terbesar kedua setelah sektor pengolah dengan kontribusi 19,29 persen.

"Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting pada pembangunan," kata Panutan.

Di Lampung, Panutan bersama Kementerian Koordinator Perekonomian juga memantau Program Kartu Petani Berjaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung.

Baca juga: KSP Dorong Inkubator Bisnis Hasilkan Wirausahawan yang Unggul

Panutan pun mengapresiasi program tersebut karena merupakan suatu inisiasi yang baik.

"KSP dalam hal ini memonitor dan meninjau integrasi program Kartu Tani dan Kartu Petani Berjaya agar kedua program tersebut dapat berjalan seiringan, bukan justru tumpang tindih," kata Panutan.

Turut mendampingi Panutan, Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) Bustanul Arifin mengemukakan penyaluran pupuk bersubsidi penting mengingat jumlah yang tersedia di lapangan cenderung lebih sedikit dibandingkan jumlah pupuk bersubsidi yang diusulkan petani.

Bustanul menilai, hal itu utamanya karena keterbatasan anggaran negara untuk pupuk bersubsidi.

"Karena itu KSP berkomitmen untuk terus memonitor implementasi di lapangan agar yang menerima manfaat benar-benar diterima oleh petani yang membutuhkan," kata Bustanul.

Baca juga: Cegah Harga Jatuh Saat Musim Panen, Ekspor Bawang Merah Bakal Digenjot

Di sisi lain, pertanian juga menjadi bantalan ekonomi ketika pandemi.

Bustanul menjelaskan, sektor pertanian tetap tumbuh meskipun pertumbuhan ekonomi terkontraksi dan sempat mengalami resesi.

"Maka sangat penting kita menjaga sektor pertanian agar tetap produktif dan berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi,” ujar Bustanul.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas