Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kemendikbudristek: Perkawinan Usia Dini Merampas Hak Kebebasan Anak

Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek Jumeri mengatakan perkawinan pada usia dini dapat merampas kebebasan anak-anak.

Kemendikbudristek: Perkawinan Usia Dini Merampas Hak Kebebasan Anak
Tribun Jateng
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Jumeri 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek Jumeri mengatakan perkawinan pada usia dini dapat merampas kebebasan anak-anak.

Bahkan pendidikan anak juga dapat terganggu oleh perkawinan pada usia dini.

"Perkawinan anak jelas merampas hak kebebasan anak. Fenomena ini salah satunya membatasi pendidikan pada anak-anak," ujar Jumeri dalam Webinar Pencegahan Perkawinan Anak, Sabtu (25/9/2021).

Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir dua tahun ini, kata Jumeri, turut mendorong peningkatan angka perkawinan usia anak.

Masalah ekonomi mendorong orang tua menikahkan anaknya meski masih berada di usia dini.

"Banyak orang tua karena faktor ekonomi ingin melepas beban anaknya. Sehingga jalan pintasnya adalah dengan perkawinan," ucap Jumeri.

Baca juga: Menko PMK: Perkawinan Usia Anak Ciptakan Kemiskinan Antar Generasi

Jumeri meyayangkan terjadinya pernikahan usia anak-anak.

Menurut Jumeri, seharusnya anak-anak dapat mendapatkan pendidikan yang layak.

Pendidikan berkualitas sangat dibutuhkan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

"Ini sangat disayangkan karena usia anak usia penting di mana. Seharusnya mereka masih mengenyam pendidikan melalui sekolah untuk menciptakan generasi Indonesia yang unggul dan berkualitas," tutur Jumeri.

Dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat, pemangku pendidikan di Indonesia untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi untuk mencegah perkawinan anak.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas