Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pemerintah Minta Pembakar Mimbar Masjid di Makassar Tidak Buru-buru Dicap Gila

Mahfud berharap para pelaku tidak serta merta dianggap sebagai orang dengan gangguan kejiwaan atau (ODGJ) atau orang gila.

Pemerintah Minta Pembakar Mimbar Masjid di Makassar Tidak Buru-buru Dicap Gila
Tangkapan Layar Kanal Youtube Kementerian PANRB
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyampaikan tanggapan pemerintah terkait kasus pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar, serta penyerangan ustaz yang sedang berceramah di Batam, Kepulauan Riau.

Para pelaku, kata Mahfud, sudah ditangkap polisi.

Namun Mahfud berharap para pelaku tidak serta merta dianggap sebagai orang dengan gangguan kejiwaan atau (ODGJ) atau orang gila.

“Saya berharap seperti yang sudah-sudah maka pemeriksaan ini harus tuntas dan terbuka. Jangan terburu-buru memutuskan bahwa pelakunya orang gila seperti yang sudah-sudah,” tutur Mahfud, dalam keterangan pers, Sabtu (25/9/2021) seperti dikutip dari Kompas.TV.

Mahfud kemudian menceritakan riwayat Syekh Ali Jabir yang mengalami penganiayaan dari seseorang.

Keluarga dan sejumlah orang berteriak bahwa para pelakunya orang gila.

Namun Mahfud tidak sepakat bahwa para pelaku penyerangan secara terburu-buru divonis sebagai orang gila.

“Pemerintah tidak sepakat kalau setiap pelaku harus dianggap orang gila,” ujarnya.

Baca juga: Sakit Hati, Alasan Pria Ini Sengaja Bakar Mimbar Masjid Makassar Dini Hari Tadi

Baca juga: Ini Tampang Terduga Pelaku Pembakaran Mimbar Masjid Raya Makassar yang Ditangkap Polisi

Mahfud berharap orang-orang yang sudah ditangkap dalam peristiwa di Makassar dan Batam, tetap diproses hukum dan dibawa ke pengadilan.

Nantinya, menurut Mahfud, biarlah pengadilan yang memutuskan kondisi kejiwaan orang-orang tersebut .

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas