Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

BEM SI Tuntut Jokowi

Bakal Didemo BEM SI, 600 Personel Polisi Jaga Gedung KPK 

Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Antonius Agus mengatakan 600 personel polisi dilibatkan jaga keamanan gedung KPK saat demo BEM SI.

Bakal Didemo BEM SI, 600 Personel Polisi Jaga Gedung KPK 
Tangkap layar akun YouTube Tribun Video
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Gerakan Selamatkan KPK (GASAK) memberi surat ultimatum kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan personel polisi melakukan penjagaan di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (27/9/2021).

Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan ada 600 personel polisi yang dilibatkan.

Jumlah polisi yang disiagakan ini menurutnya lebih banyak dari biasanya, dan ada sedikit peningkatan pengamanan. 

"Kami melaksanakan kegiatan pengamanan di area KPK terkait ada pemberitahan ada giat penyampaian pendapat di muka umum teman-teman dari beberapa elemen. Ini hanya kenaikan sedikit eskalasinya jadi biasanya 500, ini 600 personel," kata Agus kepada wartawan.

Baca juga: Ultimatum Tak Digubris Jokowi, BEM SI Demo di KPK Siang Ini

Agus menuturkan, pihaknya bakal mengedepankan tindakan humanis dalam pengamanan demo di depan Gedung KPK hari ini.

"Humanis dan damai. Kita tetap gak terlalu spesifik untuk perbanyak pasukan tapi tetap kita kedepankan humanis. Kita benar-benar kurangi gesekan yang terjadi antara kami dengan rekan-rekan yang lakukan aksi kegiatan," ujar dia.

Sebelumnya, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bersama Gerakan Selamatkan KPK (GASAK) akan menggelar demo di depan Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (27/9/2021) sekira pukul 14.00 WIB.

Demo digelar lantaran ultimatum mereka tak digubris Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ultimatum yang dimaksud, terkait nasib pegawai KPK yang dipecat akibat tes wawasan kebangsaan (TWK).

"Aliansi BEM Seluruh Indonesia dengan Gerakan Selamatkan KPK kembali bergerak, untuk menindaklanjuti dari ultimatum Jokowi yang telah melewati 3x24 jam dari ultimatum dikirimkan," kata Koordinator Media BEM SI 2021, Muhammad Rais lewat keterangan tertulis, Senin (27/9/2021).

Baca juga: BEM SI Gelar Aksi di KPK Hari Ini, Bakal Diikuti Ribuan Orang, Mahasiswa Daerah Urunan Sewa Bus

BEM SI memandang Presiden Jokowi tidak menunjukkan keberpihakannya kepada 56 pegawai KPK yang akan dipecat, dengan tidak menggubris ultimatum yang mereka berikan.

Di sisi lain, mereka menyebut KPK kini tidak lagi menjadi lembaga negara yang memberantas korupsi, melainkan berubah menjadi Komisi Perlindungan Korupsi.

"Bagaimana tidak? Pegawai-pegawai jujur telah disingkarkan dengan adanya TWK dengan dalih wawasan kebangsaan hingga timbul fitnah dugaan taliban tanpa alasan," kata Rais.

Menurut BEM SI, KPK yang seharusnya memberantas korupsi di negeri ini justru digembosi saat gencar-gencarnya memberantas kasus besar korupsi.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul 600 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Demo BEM SI di KPK Siang Ini

Editor: Theresia Felisiani
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas