Tribun

Luhut Pandjaitan Vs Haris Azhar

Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Luhut, Polisi Bakal Panggil Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti

Jajaran penyidik Polda Metro Jaya bakal segera memanggil aktivis HAM Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti untuk dimintai keterangan.

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Johnson Simanjuntak
Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Luhut, Polisi Bakal Panggil Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti
Youtube Haris Azhar
Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar (Kiri) dan Koordinator Kontras, Fatia Maulidiyanti (kanan) Tangkapan layar video unggahan Haris Azhar yang menyebut Menko Luhut turut serta dalam bisnis tambang di Blok Wabu, Intan Jaya, Papua. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jajaran penyidik Polda Metro Jaya bakal segera memanggil aktivis HAM Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti untuk dimintai keterangan.

Pemanggilan itu terkait dengan laporan yang dilayangkan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan atas dugaan pencemaran nama baik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, rencana pemanggilan untuk Haris dan Fatia ini diagendakan setelah penyidik meminta keterangan kepada Luhut Binsar Panjaitan.

"Hari ini sudah hadir (Luhut Binsar), kami sudah ambil keterangannya sudah selesai. Rencana tindak lanjut kita akan mengklarifikasi mengundang juga terlapornya, ada dua di sini yang pertama FM kemudian ya kedua saudara HA," kata Yusri kepada awak media di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (27/9/2021).

Hanya saja, Yusri belum dapat memastikan terkait waktu pemanggilan untuk kedua aktivis HAM tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat ditemui awak media di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Senin (27/9/2021).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat ditemui awak media di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Senin (27/9/2021). (Rizki Sandi Saputra)

Alumni Akpol angkatan 1991 itu hanya dapat memastikan pemanggilan itu akan dilakukan dalam waktu dekat sekaligus untuk melakukan mediasi sesuai dengan prosedur hukum berdasar Surat Edaran Kapolri.

"Secepatnya nanti kita akan jadwalkan karena kan di sini ada surat edaran Kapolri tersangkut masalah seperti ini yang kita kedepankan adalah mediasi," tuturnya.

Sebelumnya, Yusri Yunus mengatakan, pihaknya akan mengedepankan upaya mediasi terkait kasus dugaan pencemaran nama baik yang dialami Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan

Yusri menyebut hal itu merujuk pada Surat Edaran Kapolri terkait dengan prosedur hukum yang berlaku.

"Kami sudah sampaikan bahwa ada Surat Edaran Kapolri. Kita akan upayakan membuka ruang untuk mediasi antara terlapor dan pelapor di tahap penyelidikan ini," kata Yusri kepada awak media saat ditemui di Gedung Ditreskrimsus, Polda Metro Jaya, Senin (27/9/2021). 

Halaman
12
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas