Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hari Kereta Api Indonesia hingga Sejarah Perkeretaapian di Indonesia

Hari Kereta Api Indonesia pada 28 September serta sejarah perkeretaapian di Indonesia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Katarina Retri Yudita
Editor: Daryono
zoom-in Hari Kereta Api Indonesia hingga Sejarah Perkeretaapian di Indonesia
Istimewa
Ilustrasi Kereta Api Indonesia - 28 September diperingati sebagai Hari Kereta Api Indonesia. 

Sampai akhir tahun 1928, panjang jalan kereta api dan trem di Indonesia mencapai 7.464 km dengan perincian rel milik pemerintah sepanjang 4.089 km dan swasta sepanjang 3.375 km.

Perubahan nama dan pembangunan perkeretaapian Indonesia pada masa Jepang

Pada tahun 1942, Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang.

Sejak saat itu, perkeretaapian Indonesia diambil alih Jepang dan berubah nama menjadi Rikuyu Sokyuku (Dinas Kereta Api).

Selama penguasaan Jepang, operasional kereta api hanya diutamakan untuk kepentingan perang.

Salah satu pembangunan di era Jepang adalah lintas Saketi-Bayah dan Muaro-Pekanbaru.

Lintas tersebut digunakan untuk mengangkut hasil tambang batu bara guna menjalankan mesin-mesin perang mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, Jepang juga melakukan pembongkaran rel sepanjang 473 km yang diangkut ke Burma untuk pembangunan kereta api di sana.

Beberapa hari setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, dilakukan pengambilalihan stasiun dan kantor pusat kereta api yang dikuasai Jepang.

Peringatan Hari Kereta Api Indonesia

Tanggal 28 September 1945 menjadi puncak dengan dilakukannya pengambilalihan Kantor Pusat Kereta Api Bandung .

Hal ini kemudian diperingati sebagai Hari Kereta Api Indonesia hingga saat ini.

Peringatan Hari Kereta Api Indonesia tersebut sekaligus menandai berdirinya Djawatan Kereta Api Indonesia Republik Indonesia (DKARI).

Perubahan nama perkeretaapian Indonesia oleh Belanda

Tahun 1946, ketika Belanda kembali ke Indonesia, Belanda membentuk kembali perkeretaapian di Indonesia bernama Staatssporwegen/Verenigde Spoorwegbedrif (SS/VS).

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas