Tribun

Calon Panglima TNI

Bahas Peluang KSAL Yudo Margono Jadi Panglima TNI, Pengamat: Karier Mentereng, tapi Tak Ada Jaminan

Pengamat menyinggung peluang KSAL Yudo Margono menjadi Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto.

Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
Bahas Peluang KSAL Yudo Margono Jadi Panglima TNI, Pengamat: Karier Mentereng, tapi Tak Ada Jaminan
Kompas.com/Hadi Maulana
KSAL Laksamana Yudo Margono. Pengamat menyinggung peluang Yudo Margono menjadi Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto. 

Berbeda dengan Yudo, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Andika Perkasa dinilai lebih berpeluang menjadi Panglima TNI.

Lantaran, Jamiluddin menilai Andika punya faktor kedekatan dan kepercayaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia mengungkapkan, kedekatan ayah mertua Andika, Hendropriyono, dengan Jokowi, bisa menjadi jaminan bagi sang Jenderal untuk melenggang ke kursi nomor satu di militer.

Karena, menurut Jamiluddin, proses pemilihan Panglima TNI sangat kental bermuatan politis.

"Kedekatan Presiden dengan Hendropriyono kiranya menjadi garansi bagi Jokowi untuk memilih Andika Perkasa."

Baca juga: TNI AL dan GK Hebat Vaksinasi 1.200 Warga di Subang

Baca juga: Gatot Sebut TNI Disusupi PKI, Lodewijk: Apa Indikatornya?

"Hal itu akan menguatkan kepercayaan Jokowi terhadap Andika Perkasa," bebernya.

Hal serupa sebelumnya pernah disampaikan pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi.

Meski menilai peluang Yudo menjadi Panglima TNI semakin menguat seiring berjalannya waktu, namun sang Laksamana tak memiliki pendukung kuat.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menggelar video teleconference membahas kerja sama penanganan Covid-19 bersama kepala staf dan panglima angkatan darat (AD) dari 10 negara anggota ASEAN, Kamis, 9/7/2020.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menggelar video teleconference membahas kerja sama penanganan Covid-19 bersama kepala staf dan panglima angkatan darat (AD) dari 10 negara anggota ASEAN, Kamis, 9/7/2020. (TNI AD)

Hal ini tentu saja, kata Khairul, membuat peluang Yudo menjadi Panglima TNI lebih kecil dibanding Andika.

"Andika Perkasa memiliki endorser kuat sekaligus barrier (penghalang)."

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas