Kemenkes Jelaskan Alasan Vaksin Booster Belum Bisa Diberikan ke Masyarakat Umum
Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi menegaskan vaksin dosis tiga atau booster saat ini masih hanya untuk nakes.
Editor: Theresia Felisiani
Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia(UI), Iwan Ariawan menyebut butuh banyak penelitian lebih lanjut sebelum vaksin booster diberikan.
Dia melanjutkan, Kementerian Kesehatan dan para pakar saat ini sedang mengkaji perlu tidaknya vaksin booster bagi masyarakat umum.
"Kepada siapa booster diberikan dan kapan diberikan, jika memang diperlukan booster. Keputusan pemerintah terkait vaksin booster untuk masyarakat umum akan menunggu hasil kajian ini," ujar Iwan.
Lalu bagaimana dengan efikasi vaksin covid-19 yang sebelumnya sudah diberikan dan memiliki masa kedaluwarsa?
Menurut Iwan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan hal tersebut.
Dia menjelaskan tidak ada vaksin Covid-19 yang efikasi dan efektifitasnya 100%. Efektifitas vaksin bisa berkurang setelah waktu tertentu.
Memang lanjut Iwan sudah ada beberapa penelitian yang menyebutkan titer antibodi berkurang setelah 6 bulan, tetapi titer antibodi berkurang tidak otomatis berarti sudah tidak efektif lagi.
"Titer antibodi mengukur antibodi humoral, sedangkan di dalam tubuh ada antibodi seluer juga yang berperan," ujar Iwan.
Baca juga: Indonesia Duduki Peringkat ke-5 Vaksinasi Terbanyak
Iwan mengungkapkan ada beberapa penelitian yang menunjukkan efektifitas vaksin covid-19 memang bisa berkurang, tetapi masih sedikit dan buktinya belum meyakinkan.
"Saat ini, yang penting adalah segera dapat vaksinasi covid-19, tidak usah pilih-pilih vaksinnya," ujarnya.
Sebab, lanjut Iwan semua vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia sudah memenuhi syarat efikasi, risiko efek sampingnya pun kecil.
"Vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia sudah melalui kajian pakar dan BPOM, semua memenuhi syarat efikasi >50% dan risiko efek samping kecil," ujarnya.
Menurut dia, tempat publikasi hasil studi-studi mengenai efikasi vaksin Covid-19 yang beredar belakangan ini perlu diketahui.
"Yang paling baik publikasi di peer review journal, jadi hasil studi tersebut sudah di-review oleh banyak ahli. Dalam membaca hasil studi, kita harus memahami desain penelitiannya, cara pengambilan sampel dan yang mungkin terjadi," tuturnya.(Tribun Network/rin/kps/wly)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.