Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

100 Tahun Jenderal Hoegeng, Keluarga Lakukan Ziarah dan Tumpengan

Tak ada acara khusus yang dilakukan keluarga dalam memperingati 100 tahun hari kelahiran mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso.

100 Tahun Jenderal Hoegeng, Keluarga Lakukan Ziarah dan Tumpengan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Anak dan Cucu Mantan Kapolri almarhum Jenderal Hoegeng, Aditya Hoegeng (kanan) dan Rama Hoegeng (kiri) berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Hoegeng Gallery, Depok, Jawa Barat, Senin (6/7/2020). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tak ada acara khusus yang dilakukan keluarga dalam memperingati 100 tahun kelahiran mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) almarhum Hoegeng Iman Santoso yang jatuh, Kamis (14/10/2021).

Namun demikian anak Hoegeng, Aditya S Hoegeng, mengatakan hari ini keluarga melaksanakan ziarah ke makam Hoegeng di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giri Tama, Kemang, Kabupaten Bogor.

Aditya mengungkapkan setelah berziarah ke makam Hoegeng, ia dan keluarga berkumpul di rumah ibunya.

Hal tersebut disampaikannya dalam program Talk Highlight Radio Elshinta bertajuk 100 Tahun Hoegeng, Tauladan, dan Inspirasinya pada Kamis (14/10/2021).

"Kebetulan hari ini tepat 100 tahun dari almarhum. Intinya kami tidak membuat acara apa-apa. Kita hanya ziarah seperti yang tadi ibu sampaikan. Lalu kami kumpul di rumah ibu saat ini dan sedikit tumpengan," kata Aditya.

Baca juga: Mengenal Sosok Jenderal Hoegeng, Tokoh Militer dengan Segudang Tanda Jasa dan Jabatan Pentingnya

Selain itu, kata dia, di rumah ibunya mereka juga bernostalgia semasa Hoegeng masih hidup.

"Cuma itu saja yang kita lakukan dan sambil kita mengingat-ingat lagi, nostalgia, semasa Bapak masih berkumpul dengan kita. Jadi tidak ada acara khusus," kata Aditya.

Sementara itu istri Hoegeng, Meriyati Hoegeng menyayangkan tidak bisa mengikuti ziarah ke makam suaminya.

Baca juga: Profil Jenderal Hoegeng Imam Santoso, Kapolri di Era Soeharto yang Berani Lawan Suap dan Korupsi

Namun demikian ia dikirimi foto-foto makam Hoegeng oleh anak-anaknya.

"Pagi-pagi mereka pergi, hanya sayang saya tidak bisa ikut karena belum bisa. Tapi mereka memberi foto-foto yang baik untuk saya sehingga saya dapat melihat betapa manisnya kuburan itu," kata dia.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas