Tribun

Penyidik KPK Memeras

KPK Usut 'Atasan' Eks Penyidik Robin Ikut Bermain Amankan Kasus

KPK menyatakan akan mengusut ihwal adanya dugaan 'atasan' eks penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Wahyu Aji
KPK Usut 'Atasan' Eks Penyidik Robin Ikut Bermain Amankan Kasus
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus dugaan suap terkait pengurusan atau penanganan sejumlah kasus di KPK Stepanus Robin Pattuju menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (20/9/2021). Dalam sidang pemeriksaan saksi itu, saksi Agus Susanto menyebut mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju pernah empat kali mendatangi Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di kediaman resminya, termasuk membawa keluar uang tunai dari rumah dinas tersebut. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Sebab, Robin bukan penyidik dalam satgas yang menangani perkara itu. 

Kata Ali, perkara-perkara yang diklaim 'diurus' Robin tetap diproses KPK.

Tidak ada penghentian penanganan sebagaimana dijanjikan Robin kepada pihak-pihak tertentu. 

"Namun karena pihak lain percaya bahwa yang bersangkutan bisa membantu amankan perkara di KPK maka terjadilah dugaan transaksi dimaksud," ujarnya.

Dalam persidangan pada Senin (11/10/2021) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Syahrial menjelaskan kesepakatan pemberian fee kepada Robin Rp1,65 miliar.

Baca juga: Soal Dugaan Miliki Orang Dalam di KPK, Azis Syamsuddin Membantah, Sebut Hanya Kenal Robin Pattuju

Fee itu agar Robin memperjuangkan kasus penyelidikan di KPK terkait Tanjungbalai tak naik penyidikan.

Uang itu dikirimkan ke sejumlah rekening termasuk rekening advokat Maskur Husain dan Rifka Amalia serta pemberian tunai di Pematang Siantar. 

Syahrial membeberkan sumber uang yang dia gunakan.

"Sumber uangnya dari almarhum orang tua saya Rp1 miliar, lalu saya minta sekda untuk kebutuhan Bang Robin Rp 500 juta, sisanya uang saya. Dari Sekda itu berasal dari Kadis PU Rp 200 juta, Kabag Umum Rp 60 juta, dan ada juga dari pengusaha Tanjungbalai," kata Syahrial.

Dalam dakwaan disebut bahwa Robin sempat menghubungi Syahrial untuk menagih realisasi commitment fee untuk pengurusan perkara agar kasus jual beli jabatan di Tanjungbalai yang diusut KPK tak naik ke tingkat penyidikan. 

Halaman
123
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas