Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ombudsman Banten Minta Polri Benahi SOP Pengamanan Demonstrasi

Ombudsman Wilayah Banten mendesak korps kepolisian mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan demonstrasi agar lebih humanis.

Ombudsman Banten Minta Polri Benahi SOP Pengamanan Demonstrasi
Wartakotalive.com/Gilbert Sem Sandro
Fariz, mahasiswa yang dibanting polisi saat unjuk rasa di Kantor Bupati Tangerang diketahui telah menjalani rontgent thorax di rumah sakit. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ombudsman Wilayah Banten mendesak korps kepolisian mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan demonstrasi agar lebih humanis.

Hal ini merupakan buntut tindakan represif yang dilakukan oknum polisi yang membanting seorang mahasiswa saat mengamankan demonstrasi.

Aksi  'Smackdown' itu sangat bertolak belakang dengan misi polisi agar menjalankan tugas humanis terlebih dalam mengamankan kegiatan penyampaian aspirasi.

"Berharap kejadian itu tidak terulang dan kepada aparat kepolisian diminta untuk memperhatikan kembali Standar Operaional Prosedur. Perlu ada prosedur tetap dan langkah langkah yang lebih humanis dalam penanganan aksi unjuk rasa," kata Kepala Ombudsman Perwakilan Banten Dedy Irsan dalam keterangannya, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Mahasiswa Dibanting, KontraS Desak Kapolri Perintahkan Kapolda Banten Proses Hukum Anggotanya

Baca juga: Polres Jakpus Gerebek Ruko, Kantor Sindikat Pinjol Ilegal, Puluhan Karyawan Diamankan 

Ombudsman Banten juga mengimbau agar pengunjuk rasa memperhatikan batas-batas kewajaran dalam menyampaikan aspirasinya.

Di sisi lain, Dedy  mengapresiasi langkah Polda Banten cepat memproses anggotanya yang melakukan tindak kekerasan.

Menurutnya, penindakan oknum polisi yang membanting mahasiswa dan berujung meminta maaf kepada mahasiswa adalah langkah yang tepat.

"Mengapresiasi langkah cepat Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho dalam penanganan oknum polisi yang diduga melakukan kesalahan prosedur tetap (protap)/ tindakan kekerasan dalam pengamanan unjuk rasa kepada salah seorang mahasiswa," ujar Dedy.

Baca juga: Polisi Banting Mahasiswa saat Demo di Tangerang, Kompolnas: Tak Boleh Ada Kekerasan Berlebihan

Dedy mengingatkan langkah tersebut tak boleh hanya berhenti sampai permohonan maaf.

Perlu dilakukan langkah tegas lainnya di antaranya diserahkan kepada penanganan hukum yang berlaku agar menjadi perbaikan di institusi kepolisian.

Halaman
12
Penulis: Fandi Permana
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas