Tribun

Pengamat Sebut Bila Pemilu 2024 Tetap Terapkan Gaya Jadul, Keterpurukan NKRI Bisa Capai Klimaks

Siti Zuhro berharap para peserta Pemilu 2024 tak lagi menerapkan gaya lawas, yakni melakukan politisasi apapun asal menang.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Pengamat Sebut Bila Pemilu 2024 Tetap Terapkan Gaya Jadul, Keterpurukan NKRI Bisa Capai Klimaks
Ist
Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro. 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro berharap para peserta Pemilu 2024 tak lagi menerapkan gaya lawas, yakni melakukan politisasi apapun asal menang.

Alasannya kata dia, kalau gaya tersebut marak kembali digunakan peserta dan partai politik, maka keterpurukan NKRI akan berada pada level klimaksnya.

Hal ini disampaikan Siti dalam diskusi daring bertajuk 'Memprediksi Kemunculan Capres Ala Pembagian Wilayah Penanganan Covid (Jawa Bali-Non Jawa-Bali), Jumat (15/10/2021).

"Kalau sampai kita tetap melaksanakan pemilu 2024 dengan gaya jadul, gaya lama yang terdistorsi itu, menurut saya kita semakin mengklimaks-kan keterpurukan NKRI sebagai negara. Jadi kita klimakskan di pemilu 2024 kalau kotor pemilunya," ucapnya.

Ia menjelaskan kotornya Pemilu bisa berangkat dari pemilihan anggota penyelenggara pemilu yang tidak amanah.

Baca juga: Eks Pegawai KPK Rencana Bentuk Parpol: Disarankan Buat Ormas Dulu hingga Singgung Persaingan Pemilu

Seperti yang tercermin dari hasil pemilu 2019 di mana Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU RI terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK atas dugaan penyuapan.

Sehingga, Siti berharap pemilihan anggota KPU-Bawaslu yang segera bergulir bisa menghasilkan penyelenggara yang jauh dari kepentingan atau sosok titipan.

Baca juga: Kepolisian Metropolitan Tokyo Bentuk Tim Khusus Memonitor Pelanggaran Pemilu Nasional Jepang

"Kotornya dimulai dengan penyelenggaranya, bukanlah penyelenggara yang amanah. Tapi yang terjadi adalah hasil pemilu 2019 memberikan noktah, ketika komisioner KPU kena OTT, itu satu contoh," kata Siti.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas