Tribun

Thomas dan Uber Cup

Bendera Merah Putih Tak Berkibar di Thomas Cup, Stafsus BPIP Imbau Masyarakat Tak Berkecil Hati

Walaupun tanpa bendera merah putih gelora kemenangan bangsa Indonesia tertanam di dalam dada masyarakat Indonesia terutama di dalam dada para atlet.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Dewi Agustina
Bendera Merah Putih Tak Berkibar di Thomas Cup, Stafsus BPIP Imbau Masyarakat Tak Berkecil Hati
Claus Fisker / Ritzau Scanpix / AFP
Atlet bulutangkis Indonesia berpose dengan piala dan medali mereka setelah memenangkan final Piala Thomas 2021 melawan China di Aarhus, Denmark 17 Oktober 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo menanggapi soal Bendera Merah Putih yang tidak dikibarkan di kejuaraan bulu tangkis Piala Thomas Cup tahun 2020.

Meski disayangkan, ia mengimbau kepada masyarakat Indonesia terutama atlet dan official tidak berkecil hati.

Menurutnya, walaupun tanpa bendera merah putih gelora kemenangan bangsa Indonesia tertanam di dalam dada masyarakat Indonesia terutama di dalam dada para atlet.

"Merah putih itu ada di dada mereka, merah putih itu menjadi spirit mereka untuk mempertahankan nama baik bangsa, bagaimana pertandingan itu menggetarkan dunia," kata Benny dalam keterangannya, Jumat (22/10/2021).

Bangsa Indonesia terutama para atlet harus memiliki mental juara dan kemudian muncul sang generasi juara-juara lainnya di bidang olahraga bulutangkis yang selalu mengharumkan nama baik Indonesai.

"Mental juara itu tidak pernah mengeluh, tidak pernah meminta fasilitas, tapi memiliki komitmen untuk membawa nama baik bangsa," tegasnya.

Baca juga: Libas Wakil Jepang Dua Gim Langsung di Denmark Open, Jonatan Christie: Efek Juara Piala Thomas 

Kemenangan piala Thomas merupakan penantian panjang bangsa indonesia sejak 19 tahun, saat ini kembali direbut bangsa Indoneisa.

Momentum tersebut dinilai kebangkitan bangsa Indonesia terutama pada bidang oleh raga bulutangkis.

"Momentum kebangkitan ini merupakan kesempatan kita bahwa bulutangkis milik bangsa Indoensia, karena dari bulu tangkis nama-nama tokoh besar mulai muncul,” ucap Benny.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas