Tribun

Hari Santri Nasional

Konsisten Gelar Lomba Baca Kitab Kuning Setiap Hari Santri Nasional, PKS Serius Jaga Aqidah

Fraksi PKS DPR RI konsisten menggelar Lomba Baca Kitab Kuning setiap tahun dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional dan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Konsisten Gelar Lomba Baca Kitab Kuning Setiap Hari Santri Nasional, PKS Serius Jaga Aqidah
Ist
Fraksi PKS DPR RI konsisten menggelar Lomba Baca Kitab Kuning setiap tahun dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional dan Maulid Nabi Muhammad SAW.  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fraksi PKS DPR RI konsisten menggelar Lomba Baca Kitab Kuning setiap tahun dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional dan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Acara Launching dilaksanakan dengan Webinar Nasional dengan tema Meneladani Ulama dan Santri Dalam Menghadirkan Harmoni Anak Bangsa, Rabu (20/10/2021).

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dalam sambutannya menegaskan komitmen PKS untuk serius menjaga aqidah ahlussunah wal jamaah. 

Melalui lomba baca kitab kuning, keluarga besar Fraksi PKS dan keluarga besar PKS ingin mengajak generasi bangsa mengkaji kitab-kitab dari ulama yang muktabar dan kompeten.

"Para ulama adalah orang-orang yang gigih mempertahankan al haq, mereka menjadi benteng moral bagi bangsa Indonesia. Fraksi PKS diperintahkan langsung oleh Ketua Majelis Syuro Habib Dr. Salim Segaf Aljufri agar terus menjaga akidah ahlussunah waljamaah atau aswaja, karena itu satu-satunya yang dijamin Rasulullah Muhammad SAW,” tegas Jazuli, dalam keterangannya, Jumat (22/10/2021).

Anggota Komisi I DPR Dapil Banten ini mengatakan bahwa dalam konteks bernegara, ulama dan santri terbukti telah menjadi teladan dan penjaga NKRI. Oleh karena itu Negara harus hadir menjaga ulama dan pesantren. 

Baca juga: Maknai Hari Santri, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Tingkatkan Kepedulian Terhadap Pesantren

"Atas dasar itulah, Fraksi PKS berjuang mengesahkan UU Pesantren. Selain UU pesantren, Fraksi PKS juga telah mengusulkan RUU Perlindungan Simbol dan Tokoh Agama. Undang-undang ini diperlukan sebagai bentuk penghormatan dan proteksi kepada ulama yang memiliki banyak santri dan pengikut," ucapnya. 

"Jika ulama terlindungi, maka kerukunan Indonesia akan terwujud. Ketika ulama dihina, pengikutnya bisa jadi akan tersinggung. Otomatis akan menimbulkan kegaduhan bernegara. PKS ingin terwujud kerukunan di Indonesia," katanya.

Lomba baca kitab kuning Fraksi PKS diselenggarakan setiap tahun dan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kelima, diikuti ribuan santri dari pesantren di seluruh Provinsi se-Indonesia. 

Kitab yang dilombakan dalam lomba kali ini adalah Kitab Fathul Muin yang sudah sangat dikenal di kalangan pesantren

Jazuli mengungkap ada beberapa alasan mengapa Lomba Baca Kitab Kuning menjadi program unggulan Fraksi PKS setiap tahun. 

"Pertama, keluarga besar Fraksi PKS dan keluarga besar PKS ingin membangun tradisi keilmuan yang merujuk pada kitab-kitab para ulama yang muktabar dan kompeten. Sekaligus untuk menanamkan cinta dan motivasi untuk mempelajari bahasa Arab yang merupakan bahasa Qur'an dan kini menjadi bahasa pergaulan internasional," terang Jazuli.

Kedua, Fraksi PKS dan keluarga besar PKS ingin mengokohkan cinta kepada ulama dan santri karena ulama dan santri adalah pewaris para nabi dan dimuliakan Allah SWT.

"Ketiga, Fraksi PKS ingin meneladani para ulama dan santri yang begitu besar kontribusinya kepada bangsa jauh sebelum kemerdekaan. Saat merebut kemerdekaan ulama dan santri mengorbankan seluruh harta bahkan jiwa raganya untuk republik," pungkas Jazuli.

Diketahui, acara ini menghadirkan narasumber K.H. Toha Kholili (Pengasuh Ponpes Al-Muntaha Alkholiliyah, Bangkalan, Madura, Jatim) dan Dr. KH. Asep Ahmad Fathurrahman Lc. M.Ag (Pengurus MUI Jawa Barat/Pengasuh Ponpes Modern Nur Rohmah Bandung Jabar) serta dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Syuro PKS Habib Dr. Salim Segaf Aljufri.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas