Tribun

Wakil Ketua KPK Nuruf Ghufron: 86 Persen Koruptor Alumni S1

Nurul Ghufron minta sekolah menjadi ekosistem yang meneladani integritas karena 86 persen koruptor merupakan alumni pendidikan tinggi atau S1 ke atas.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Theresia Felisiani
Wakil Ketua KPK Nuruf Ghufron: 86 Persen Koruptor Alumni S1
Tribunnews.com/Ilham
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron. 

Lebih lanjut Ghufron memaparkan bagaimana korupsi menghancurkan penegakan hukum, ekonomi dan pembangunan SDM. 

Mau mutasi, naik pangkat, kata Ghufron, mesti melakukan penyuapan atau korupsi. 

Yang ditangkap oleh KPK, menurutnya, hanya yang terlihat saja dan bagaikan puncak gunung es, karena sesungguhnya lebih banyak lagi terjadi tindak pidana korupsi.

Kepala Kanwil Kemenag Kaltara Saifi menyampaikan bahwa ada 12 satuan kerja yang saat ini hadir, yakni terdiri dari 5 Kabupaten dan 1 Kota serta beberapa Madrasah yang ingin mendapatkan pencerahan dalam mencegah korupsi. 

“Apa saja kira-kira kiat terbaik yang perlu dilakukan agar terhindar dari korupsi, nepotisme dan gratifikasi. Mudah-mudahan tidak terjadi di Kemenag RI,” kata Saifi.

Dalam sesi diskusi, Kepala Kantor Kemenag Nunukan Muhammad Ramli menyampaikan pendapatnya bahwa penegakan hukum masih lemah dan perlu diselaraskan dengan hukum agama. 

Menurutnya, masih terjadi multitafsir yang menjerumuskan kepada hal-hal yang salah. 

Selain itu, dia juga berpendapat bahwa sistem yang tidak baik akan mempengaruhi seseorang untuk melakukan tindak pidana.

Baca juga: Erini Mutia Yufada, Istri Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin Irit Bicara Usai Diperiksa KPK

Sementara itu, Kepala MTSN Kabupaten Malinau menyayangkan Undang-undang No.14 tahun 2005, yang menempatkan urutan pertama kompetensi guru yang harus dimiliki adalah pedadogignya dan bukan spiritual atau soft-competency-nya.

Ghufron menyampaikan bahwa KPK saat ini melakukan beberapa perubahan strategi dalam pemberantasan korupsi. 

Wiki Populer

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas