Tribun

Penyedia Layanan Tes PCR Mengakali Harga Bahan Baku dan Biaya Operasional

Kondisi ini membuat penyedia layanan tes PCR memutar otak untuk mengakali harga bahan baku seperti reagen yang sangat tinggi dan biaya operasional

Editor: Eko Sutriyanto
Penyedia Layanan Tes PCR Mengakali Harga Bahan Baku dan Biaya Operasional
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Satgas Covid-19 kembali melakukan penelusuran atau tracing dengan swab PCR kepada warga sekitar Taman Pintar Kayu Putih, Jakarta Timur, Selasa (8/6/2021). Sebelumnya satgas sudah melakukan tracing kepada 48 warga dengan hasil negatif, pihak Polsek Pulogadung juga telah melakukan vaksinasi Covid-19 kepada warga. Tracing terus ditingkatkan oleh pemerintah untuk mengetahui penyebaran Covid diantara warga dan antisipasi Covid-19 varian baru. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan batas tarif tertinggi untuk pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sebesar Rp 275.000 untuk wilayah Jawa-Bali dan Rp 300.000 untuk daerah lain.

Tarif ini sudah resmi diberlakukan sejak Rabu, 27 Oktober 2021.

Namun sejumlah pihak menyayangkan kebijakan ini tidak bersinergi dengan para penyedia fasilitas layanan tes PCR, rumah sakit, perhimpunan dokter-dokter yang berkaitan dengan Covid-19, perusahaan penyedia layanan dan laboratorium Tes Covid-19.

Keputusan penurunan harga dianggap dilakukan sepihak oleh pemerintah apalagi harga yang ditetapkan pemerintah mengalami penurunan yang cukup drastis, dan tidak adanya itikad subsidi bahan habis pakai dari pemerintah.

Kondisi ini membuat para penyedia layanan tes PCR harus memutar otak untuk mengakali harga bahan baku seperti reagen yang sangat tinggi dan biaya operasional  untuk  tenaga kesehatan dan bahan baku laboratoium mandiri.

Apalagi di Indonesia bahan baku habis pakai, mayoritas masih diimpor dari luar negeri.

Penyedia layanan PCR juga harus mempertimbangkan sumber daya manusia yang bekerja di laboratorium dan di lapangan, tenaga kesehatan dan analis laboratorium yang menjadi garda terdepan saat ini.

Baca juga: Kemenkes Sebut Masa Berlaku Tes PCR 3x24 Jam Masih Aman dari Potensi Terpapar Covid-19

Keamanan tenaga kesehatan dapat menjadi taruhan dengan adanya kemungkinan pemotongan biaya operasional yang berefek dari penurunan tarif tertinggi tes PCR yang telah diatur.

Nathasa sebagai representatitive dari Bumame, perusahaan penyedia jasa PCR mengatakan, perlunya pertemuan dengar pendapat antara penyedia jasa layanan PCR dengan pemerintah dan sosialisasi sangat dibutuhkan jika pemerintah ingin mengkaji tarif PCR.

Hal ini, kata dia untuk menemukan jalan tengah terkait pengkajian harga PCR yang terjangkau bagi semua kalangan.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas