Tribun

Wawancara Eksklusif

Wamen LHK: Forest Healing Activities, Kembali ke Hutan untuk Penyembuhan Fisik dan Psikis

Wakil Menteri LHK Alue Dohong mengingatkan masyarakat tentang pentingnya hutan sebagai penopang hidup manusia.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Adi Suhendi
Wamen LHK: Forest Healing Activities, Kembali ke Hutan untuk Penyembuhan Fisik dan Psikis
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong berpose usai wawancara eksklusif dengan Tribun Network di Jakarta, Kamis (28/10/2021). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) Alue Dohong mengingatkan masyarakat tentang pentingnya hutan sebagai penopang hidup manusia.

Dalam konteks pandemi, Wamen LHK mendorong yang namanya Forest Healing Activities, yakni kembali ke hutan untuk memperoleh udara segar.

Untuk mengurangi stress hingga mendapatkan oksigen gratis di hutan.

“Kita kembali ke hutan sebagai bagian dari penyembuhan fisik, psikis, dan kejiwaan kita sehingga kita senang dan gembira di hutan, Covid tidak bisa masuk,” kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Dr Alue Dohong dalam  wawancara eksklusif dengan News Vice Director Tribun Network/Editor in Chief Warta Kota Domu D Ambarita dan News Manager Tribun Network Rahmat Hidayat, di taman kantor KLHK, Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Sebagai Putra dari Suku Dayak, ia berkomitmen mengemban amanah dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu Menteri LHK Siti Nurbaya dalam menjalankan tugas dan fungsi kementerian.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong (kanan) saat melayani wawancara dengan News Vice Director Tribun Network/Editor in Chief Warta Kota Domu D. Ambarita
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong (kanan) saat melayani wawancara dengan News Vice Director Tribun Network/Editor in Chief Warta Kota Domu D. Ambarita (Tribunnews.com/Irwan Rismawan)

Salah satunya pengelolaan hutan di Kalimantan, tanah kelahirannya.

Baca juga: Wamen LHK: Negara Maju Boleh Tekan Indonesia Pelihara Hutan, Tapi Harus Ada Timbal Balik

Wamen LHK bercerita, baru-baru ini pemerintah membuat semacam kebijakan yang disebut forest and land use exit by 2030.

Artinya, pemerintah mengharapkan bahwa tahun 2030 nanti emisi di sektor kehutanan dan tata guna lahan sudah membaik.

Baca juga: 2 Tahun Jabat Wamen LHK, Komunikasi Alue Dohong Dengan Menteri Siti Nurbaya Harmonis

Salah satunya hutan-hutan yang tersisa harus dilindungi, baik yang ada di taman nasional, kawasan konservasi, maupun di luar hutan produksi.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas