Tribun

CPNS 2021

BKN Identifikasi 225 Kecurangan Tes CPNS 2021, Instansi Wajib Ungkap Daftar Nama Peserta

BKN identifikasi 225 kecurangan tes CPNS 2021, instansi penyelenggara wajib ungkap daftar nama peserta yang didiskualifikasi.

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Garudea Prabawati
zoom-in BKN Identifikasi 225 Kecurangan Tes CPNS 2021, Instansi Wajib Ungkap Daftar Nama Peserta
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
BKN identifikasi 225 kecurangan tes CPNS 2021, simak artikel ini. 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI mengadakan konferensi pers virtual tentang Jadwal Lanjutan Seleksi Penerimaan CPNS dan PPPK Non Guru Tahun 2021 pada Selasa (2/11/2021).

Dalam konferensi pers disebutkan adanya kecurangan dalam pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2021.

"Dari data hasil audit real atau AI oleh peserta di beberapa tilok yang memang sangat dicurigai."

"Titik lokasi sebagian besar di kantor regional Makassar dan Lampung," kata Deputi Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) BKN, Suharmen.

Ia menerangkan BKN menerima informasi dari pengakuan petugas di lapangan maupun beberapa laporan dari masyarakat.

"Tilok yang berpotensi di Makassar, total yang disampaikan mereka sangat kuat di Makassar 202 orang, 23 di Lampung," kata Suharmen.

Baca juga: BKN Audit Seluruh Peserta SKD CPNS 2021 untuk Deteksi Kecurangan

Baca juga: CEK Hasil SKD CPNS 2021 di sscasn.bkn.go.id, Berikut Ini Tanda Peserta yang Dinyatakan Lanjut ke SKB

Bagaimana BKN mengatasi masalah tersebut?

Suharmen menjelaskan, kasus kecurangan tersebut merupakan kasus besar dalam pelaksanaan seleksi CASN CPNS 2021.

Sehingga, BKN menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kecurangan di tes SKB CPNS 2021.

BKN dan segenap pelaksana seleksi CASN akan melakukan inovasi untuk mencegah kecurangan lagi.

Akan diberlakukan sistem Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi potensi kecurangan peserta selama proses berlangsung.

Mereka juga akan melakukan penguatan sistem seperti menggunakan platform yang wajib diterapkan dalam pelaksanaan tes SKB, misalnya menggunakan Linux.

"Saat ini, kami sedang melakukan running untuk melihat titik kecurangan di titik lokasi lain."

"Datanya baru 25 persen yang sudah running, jadi belum bisa memastikan audit real dari lapangan."

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas