Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Waspada Microsleep saat Berkendara, Ini Gejala Microsleep, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Berikut ini pengertian Microsleep, gejala microsleep, penyebab, dan cara mencegahnya. Terlihat sepele namun dapat membahayakan ketika berkendara.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Nuryanti
zoom-in Waspada Microsleep saat Berkendara, Ini Gejala Microsleep, Penyebab, dan Cara Mencegahnya
Newsweek
Waspada Microsleep saat berkendara, simak gejala microsleep, penyebab, dan cara mencegahnya di artikel ini. 

TRIBUNNEWS.COM - Microsleep dapat menyerang siapa saja dalam keadaan apapun, misalnya ketika duduk maupun berkendara.

Microsleep dalam bahasa Indonesia artinya tertidur dengan waktu yang singkat.

Sekilas, microsleep tidak berbahaya, namun mengabaikan kondisi ini pada waktu yang tidak tepat dapat mengancam keselamatan banyak orang.

Seseorang yang mengalami microsleep dapat membahayakan diri sendiri ketika berkendara, terutama ketika lalu lintas di jalan cukup ramai.

Kemungkinan orang yang mengalami microsleep dapat tibat-tiba tertidur pada saat-saat tertentu.

Baca juga: Mengenal Kanker Prostat, Berikut Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatannya

Lalu, apa itu sebenarnya Microsleep?

Melansir WebMD, Microsleep merupakan durasi tidur yang berlangsung kurang dari 30 detik.

Rekomendasi Untuk Anda

Seseorang yang mengalami microsleep sering tidak sadar telah tertidur selama 30 detik.

Ketika terjadi microsleep, kesadaran dalam otak membalik dengan cepat, antara tertidur dan terjaga.

Setiap periode tidur dalam microsleep hanya berlangsung beberapa detik.

Sedangkan, satu periode tidur perlu berlangsung setidaknya satu menit sebelum otak dapat mencatatnya.

Dikutip dari Sleep Foundation, selama episode microsleep, gelombang otak yang diukur dengan electroencephalogram (EEG) terasa melambat.

Pemindaian otak yang dilakukan menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI).

Microsleep melibatkan aktivitas otak yang berbeda dari tidur biasa.

Selama microsleep, sebagian besar otak yang (seharusnya) dinonaktifkan selama tidur tetap aktif, termasuk area otak yang didedikasikan untuk tetap terjaga.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas