Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengenal Hari Raya Galungan, Berikut Pengertian, Makna, Sejarah, serta Rangkaiannya

Hari Raya Galungan, berikut ini merupakan pengertian, makna, sejarah, serta rangkaiannya

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Faishal Arkan
Editor: Daryono
zoom-in Mengenal Hari Raya Galungan, Berikut Pengertian, Makna, Sejarah, serta Rangkaiannya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengertian, Makna, Sejarah, serta Rangkaian Hari Raya Galungan 

TRIBUNNEWS.COM - Hari Raya Galungan merupakan hari raya besar yang dirayakan oleh umat Hindu.

Umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan setiap 210 hari, namun dengan menggunakan perhitungan kalender Bali.

Hari Raya Galungan dirayakan pada hari Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon Wuku Dungulan) sebagai hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).

Selain itu, Galungan memiliki makna yakni, memberikan pemahaman bahwa usaha dan niat yang baik akan selalu menang apabila dibandingkan dengan usaha dan niat yang buruk.

Dalam Hari Raya Galungan yang dirayakan umat Hindu di Bali, terdapat beberapa sejarah serta rangkaian yang perlu diketahui.

Bagimana sejarah dan apa saja rangkaian pada Hari Raya Galungan?

Baca juga: 3 Tips Liburan di Bali Saat Hari Raya Galungan

Pengertian, Makna, Sejarah serta Rangkaian Hari Raya Galungan
Pengertian, Makna, Sejarah serta Rangkaian Hari Raya Galungan (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Baca juga: 10 Ucapan Selamat Hari Raya Galungan, Bisa Digunakan untuk Update di Medsosmu

Sejarah Hari Raya Galungan

Rekomendasi Untuk Anda

Dikutip dari Tribunnewswiki.com, adapun sejarah Hari Raya Galungan, yakni:

Hari Raya Galungan memiliki latar belakang, yakni didasari kisah pada abad ke-8 masehi.

Pada saat itu, Bali dipimpin oleh seoranng raja dari Kerajaan Bedahulu, Gianyar, yang sakti dan merupakan keturunan raksasa.

Raja tersebut bernama Raja Mayadenawa.

Mayadenawa memimpin dengan lalim dan kejam.

Raja Mayadenawa menganggap dirinya tidak terkalahkan sehinga rakyat harus menyembahnya layaknya Dewa.

Kesaktian Raja Mayadenawa didapat dari ketekunan imannya untuk memohon pada Dewa Siwa agar diberi kekuatan dapat merubah wujud.

Kekuatan mengubah wujud dan kesombongan Raja Mayadenawa berhasil membuatnya menjadi seorang penguasa wilayah Bali dan memperluas kekuasaannya ke Lombok Sumbawa, Bugis, hingga Blambangan.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas