Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sejarah Peringatan Hari Pahlawan, Dilengkapi Pesan dari Para Pahlawan, dan Kumpulan Link Twibbon

Inilah sejarah Hari Pahlawan 10 November, dilengkapi pesan dari Pahlawan Nasional mulai dari Bung Tomo, Jenderal Sudirman, hingga Gubernur Suryo.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Daryono
zoom-in Sejarah Peringatan Hari Pahlawan, Dilengkapi Pesan dari Para Pahlawan, dan Kumpulan Link Twibbon
tangkap layar dari twibbonize.com
Inilah sejarah Hari Pahlawan 10 November 1945 dan pesan-pesan dari Pahlawan Nasional. 

Ultimatum itu tidak dipatuhi oleh rakyat Surabaya, sehingga terjadilah pertempuran Surabaya pada tanggal 10 November 1945 dan berlangsung selama kurang lebih tiga minggu.

Pertempuran itu menggugurkan 20 ribu rakyat di medan perang.

Kemudian, 150 ribu orang terpaksa meninggalkan kota Surabaya.

Sementara itu dari pihak Inggris tercatat 1,6 ribu gugur, hilang, dan luka-luka.

Peristiwa pertempuran itu dikenal sebagai pertempuran 10 November dan tanggal terjadinya peristiwa itu diperingati sebagai Hari Pahlawan karena banyaknya pahlawan yang gugur mempertahankan Indonesia.

Baca juga: Mengenal 5 Tokoh Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya yang Diperingati sebagai Hari Pahlawan

Pesan-pesan Pahlawan Nasional

Melansir bpkp.go.id, berikut ini beberapa Pahlawan Nasional yang menyampaikan pesan-pesan pada bangsa Indonesia:

1. Bung Tomo

Rekomendasi Untuk Anda

“Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapapun juga.”

2.  Jenderal Sudirman

“Tempat saya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus”.

3. Prof. DR. R. Soeharso

Right or Wrong my country, lebih-lebih kalau kita tahu, negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya.“

4. Prof. Moh. Yamin, SH

“Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri.“

5. Supriyadi

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas