Tribun

Sebelum ke Papua, Panglima TNI Diharapkan Bertemu Komnas HAM

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI M Choirul Anam merespons rencana Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ke Papua pekan depan.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Hasanudin Aco
Sebelum ke Papua, Panglima TNI Diharapkan Bertemu Komnas HAM
PUSPEN TNI/Puspen TNI
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa mengunjungi Mabes TNI AL dan Mabes TNI AU yang berada di Kompleks Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/11/2021). Jenderal TNI Andika Perkasa menjelaskan bahwa tujuan kunjunganya di Mabes TNI AL adalah untuk memulai orientasi tugas sebagai Panglima TNI. (TRIBUNNEWS/PUSPEN TNI) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI M Choirul Anam merespons rencana Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ke Papua pekan depan.

Rencananya, Andika akan menyampaikan terkait konsep pendekatan penanganan baru Papua yang telah disampaikannya saat fit and proper test calon Panglima TNI di DPR.

Anam menyambut baik rencana tersebut merupakan semangat Andika sebagai pejabat baru Panglima TNI.

Hal itu diantaranya agar masyarakat Papua bisa mendengarkan langsung terkait konsep Andika tersebut.

Baca juga: Panglima TNI Temui Mahfud MD, Bahas Pendekatan Baru Tangani Konflik Papua

Hal tersebut disampaikan Anam usai Diskusi Terbatas "Refleksi Penanganan Kasus Pelanggaran HAM Melalui Mekanisme Pemantauan dan Penyelidikan Tahun 2021 di Hotel Royal Kuningan Jakarta pada Jumat (26/11/2021).

"Tapi alangkah lebih baiknya dan maksimalnya kalau seandainya juga bisa ketemu sama Komnas HAM sebelum menyampaikan ke sana," kata Anam.

Dengan demikian, lanjut dia, Andika dapat mendengar catatan Komnas HAM terkait berbagai dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan tata kelola penanganan konflik atau ketegangan di Papua.

"Siapa tahu ada sesuatu yang baik yang bisa juga digunakan oleh teman-teman tentara untuk teman-teman militer yang disebut sebagai pendekatan baru. Minimal kayak tadi, hindari stigma, hindari kecurigaan. Mungkin klise tapi fakta kasusnya banyak," kata dia.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas