Tribun

UU Cipta Kerja

Yusril Sebut UU Cipta Kerja Sudah Bermasalah Sejak Awal: UU Tersebut Bisa Dirontokkan MK

Pakar hukum dan tata negara, Yusril Ihza Mahendra menyebut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebenarnya bermasalah sejak awal.

Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Nuryanti
Yusril Sebut UU Cipta Kerja Sudah Bermasalah Sejak Awal: UU Tersebut Bisa Dirontokkan MK
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Yusril Ihza Mahendra saat ditemui sebelum persidangan di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019). Yusril menyebut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebenarnya sudah bermasalah sejak awal. 

TRIBUNNEWS.COM - Pakar hukum dan tata negara, Yusril Ihza Mahendra menyebut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebenarnya sudah bermasalah sejak awal.

Pasalnya menurut Yusril, pembuatan peraturan harus tunduk pada Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

Namun, pada UU Cipta Kerja ini pemerintah malah menggunakan Omnibus Law.

"Ketika UU Cipta Kerja yang dibentuk dengan meniru gaya Omnibus Law diuji formil dengan UU Nomor 12 Tahun 2011."

"UU tersebut bisa dirontokkan oleh MK (Mahkamah Konstitusi)," kata Yusril dilansir Kompas.com, Jumat (26/11/2021).

Baca juga: UU Cipta Kerja Inkonstitusional Bersyarat, Dinilai Bakal Berdampak pada Serapan Tenaga Kerja

Yusril pun mengaku tak heran dengan adanya putusan MK tersebut.

Bahkan Yusril mengungkapkan, pemerintah masih beruntung karena MK menyatakan UU Cipta Kerja Inkonstitusional bersyarat.

Sehingga pemerintah bisa segera melaukan revisi pada UU tersebut.

UU Cipta Kerja Harus Segera Diperbaiki dalam Jangka Waktu 2 Tahun

Yusril menuturkan, pemerintah harus bisa bekerja keras dalam merevisi UU Cipta Kerja ini.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas