Tribun

Menlu Retno Paparkan Prinsip dan Prioritas Presidensi Indonesia di G20

Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi memaparkan sejumlah prinsip dan prioritas Indonesia di G20

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Wahyu Aji
Menlu Retno Paparkan Prinsip dan Prioritas Presidensi Indonesia di G20
Kanal YouTube Sekretariat Presiden
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAIndonesia akan memulai keketuaan atau Presidensi G20 tahun 2022 pada awal Desember 2021, setelah menerima presidensi dari Italia pada Oktober lalu.

Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi memaparkan sejumlah prinsip dan prioritas Indonesia di G20 pada konferensi pers hari Jumat (28/11/2021).

Kegiatan Presidensi Indonesia di G20 akan dimulai pada 7 dan 8 Desember, dengan pertemuan Sherpa pertama.

Menlu RI mengatakan inklusivitas menjadi kata kunci Presidensi G20 Indonesia.

“Kata kunci ini akan diterjemahkan secara menyeluruh, di semua kelompok kerja,” ungkapnya.

Retno berujar, kepresidenan Indonesia bertujuan menuju kepemimpinan yang membuat G20 relevan, tidak hanya bagi anggotanya sendiri, tetapi bagi dunia pada umumnya.

Oleh sebab itu, Indonesia akan menekankan pada kerja sama, terutama dengan negara-negara kurang berkembang, pulau-pulau kecil, dan negara-negara berkembang.

Baca juga: Menkominfo Harap Presidensi G20 Indonesia Dorong Pemulihan Ekonomi Global

“Di bawah Kepresidenan Indonesia, kami tidak hanya akan mengundang Uni Afrika, NEPAD, dan ASEAN, seperti kebiasaan G20, kami juga akan mengundang Komunitas Karibia (CARICOM) dan Forum Kepulauan Pasifik (PIF) sebagai perwakilan dari negara-negara kepulauan kecil,” ujar Menlu.

Hal kedua, prinsip dan kata kunci ini akan diterjemahkan Indonesia, menjadi prioritas konkrit di masing-masing kelompok kerja, baik Sherpa maupun Finance Track.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas