Tribun

NasDem Harap Polemik ASN Penerima Bansos Segera Dituntaskan

Suyoto berharap agar polemik mengenai ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) menerima bantuan sosial (bansos) dapat segera dituntaskan. 

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Wahyu Aji
NasDem Harap Polemik ASN Penerima Bansos Segera Dituntaskan
Tribunnews/Herudin
Pengurus RW dan RT memindahkan beras yang siap disalurkan kepada warga di kawasan RW 02 Kelurahan Cakung Barat, Jakarta Timur, Kamis (29/7/2021). Dinas Sosial DKI Jakarta kembali mendistribusikan Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) berupa beras pada 29 Juli-17 Agustus 2021 kepada 1.007.379 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di lima wilayah Kota Administrasi dan Kepulauan Seribu. Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Koordinasi Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Suyoto berharap agar polemik mengenai ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) menerima bantuan sosial (bansos) dapat segera dituntaskan. 

"Saya setuju itu (ASN penerina bansos) dicek dengan sebenar-benarnya, apakah itu karena kesengajaan atau tidak. Saya menduga itu kesengajaan karena ASN yang mendapatkan bansos jumlahnya sangat besar," ujar Suyoto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/11/2021).

Bahkan, jika ada unsur kejahatan, Suyoto mendesak perlu ditindak dengan tegas oleh aparat penegak hukum supaya ada efek jera bagi pihak yang melakukan manipulasi data.

Sebagai mantan Bupati Bojonegoro, Suyoto mempunyai pengalaman dan memahami betul mengenai pengelolaan bansos

Biasanya, data bansos itu dibuat secara berjenjang. Data itu dibawa dari bawah ke atas.

Bisa saja pegawai yang di bawah benar-benar memasukan nama yang sesuai, tapi tiba-tiba dalam prosesnya diubah di tingkat menengah. 

Makanya, perlu di telusuri siapa yang berwenang terhadap wali datanya atau yang memberi verifikasi data bansos.

"Jangan-jangan ada persekongkolan sosial di situ. Intinya harus ditelusuri lah. Jangan-jangan ada data yang dirubah di tengah. Pejabat di bawahnya bener, tapi di tengahnya yang mengubah," ucapnya.

Baca juga: Cara Cek Penerima Bansos PKH Tahap 4 November 2021 Melalui cekbansos.kemensos.go.id

Jika benar ada persekongkolan, Suyoto meminta agar kasus seperti ini menjadi pelajaran bersama bahwa antara pusat dan daerah yang acapkali memang tidak sinkron. 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas