Tribun

Muktamar NU

NU Jatim Harus Percaya Diri Ambil Momentum Ajukan Calon Ketum PBNU di Muktamar NU

sebagai PWNU yang menjadi barometer PWNU yang lain, Jawa Timur harus segera mengambil momentum.

Editor: Husein Sanusi
NU Jatim Harus Percaya Diri Ambil Momentum Ajukan Calon Ketum PBNU di Muktamar NU
Dokumentasi Pribadi Khotimi Bahri
Khotimi Bahri 

NU Jatim Harus Percaya Diri Ambil Momentum Ajukan Calon Ketum PBNU di Muktamar

Oleh : Khotimi Bahri

TRIBUNNEWS.COM - Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi yang memiliki karakter tersendiri dibandingkan ormas-ormas lain. Sebagai organisasi yang lahir dari rahim pesantren, maka etika santri-kyai begitu mewarnai perjalanan NU. Salah satu adagium yang selalu didengungkan adalah ‘al-adabu fauqal ilmi, atau etika, adab sopan-santun diatas ilmu pengetahuan’.

Ada kecenderungan umum yang berlaku di NU selama ini yaitu relasi patron-klien, karena dianggap sebagai aksentuasi relasi santri-kyai. Relasi patron-klien adalah pola hubungan antara dua komunitas atau individu dimana ada garis demarkasi dan ketidak-setaran baik dari segi status, kewenangan, maupun kekuasaannya.

Cara pandang dan cara sikap seperti ini bukanlah tanpa persoalan. Paling tidak dengan pola relasi seperti ini melahirkan kecenderungan yang determinan dan terpisah antara satu strata dengan strata yang lainnya. Satu sisi relasi ini positif karena mempertahankan tradisi dan etika adiluhung yang masih terawat dari generasi kegenerasi.

Namun, persoalannya adalah, tidak menutup kemungkinan melahirkan konflik interest ketika ada keputusan-keputusan yang bersifat strategis dan organisatoris. Komunitas santri (yang di NU terwadahi dalam strata tanfidziyah) memiliki visi dan identitas yang progresif, dinamis sesuai perkembangan situasi. Penyampaian-penyampaian gagasannyapun kadang tajam dan radikal. Pada sisi lain, komunitas poro sepuh, kyai (yang di NU terwadahi dalam strata syuriah) memakai takaran masa lampau yang mengedepankan nilai-nilai persuasif, safety, passif. Padahal antara tanfidziyah dan syuriah memiliki garis perjuangan yang sama yaitu; keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Bisa dibayangkan, akibatnya adalah lahirnya sikap apriori dan missing-link bagi masing-masing strata. Dan efeknya akan menghambat kesinambungan perjuangan, serta terhambatnya regenerasi. Padahal, bagaimanapun juga, tanfidziyah berhak dan harus mengambil inisiatif untuk menjabarkan artikulasi gerakannya sekaligus mempersiapkan landas-pacu bagi masa mendatang.

Tulisan ini sebenarnya sebuah narasi untuk membaca kasus PWNU Jawa Timur menjelang muktamar NU ke 34. Mengapa Jawa Timur? Ada beberapa alasan yang melatar belakangi tulisan ini. Diantaranya, rasa prihatin yang begitu mendalam terhadap kondisi NU Jawa Timur. Penulis lahir, belajar, dan besar di lingkungan NU Jawa Timur walaupun saat ini berkhidmat di NU Kota Bogor. Prihatin, karena Jawa Timur merupakan wajah NU yang sebenarnya. Ditanah ini NU lahir, dari tanah ini para waliyullah seluruh nusantara menyepakati berdirinya wadah berhimpun Islam Ahlussunnah Waljamaah. Dari Jawa Timur lahir komitmen ulama-ulama dari segala penjuru nusantara untuk menjadi penjaga dan pelanjut warisan agung Wali-Songo. Di pundak PWNU Jawa Timur ada tanggung jawab moral yang tidak ringan.

Namun, pada perhelatan akbar NU dipenghujung usia seabadnya ini, PWNU Jawa Timur menjadi akar konflik dan gegeran yang hampir saja memporak-porandakan perahu NU ini. Berawal dari rekomendasi calon ketua Tanfidz dan Rois Aam PWNU Jawa Timur, genderang masalah mulai ditabuh.

Polarisasi warga NU mulai mengkristal dimana-mana. Bahkan polarisasi diinternal PWNU Jatim juga tidak bisa dihindari. Dan klimaksnya adalah tarik-menarik waktu perhelatan muktamar, sebelum adanya revisi penetapan PPKM level 3 oleh pemerintah. Gergeran ini benar-benar menjadi sejarah baru dalam perjalanan NU diabad pertamanya. Baru kali ini rekomendasi pencalonan ketua tanfidziyah dan rois aam terjadi dimana sebelumnya tidak pernah ada. Baru kali ini ada demo yang diarahkan ke rais aam dimana sebelumnya adalah hal yang tabu. Dan baru kali in ada pelaporan pucuk pimpinan NU ke pihak berwajib oleh pengurus NU. Kabar terbaru beredar tekanan dari PWNU kepada PCNU untuk segera mengusulkan calon anggota AHWA

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas