Tribun

TNI AL Tangkap Basah 8 Kapal Motor yang Curi Batubara dari Tongkang di Samarinda

Penangkapan tersebut dipimpin langsung Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Siswo Widodo yang sebelumnya telah melakukan patroli intensif.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in TNI AL Tangkap Basah 8 Kapal Motor yang Curi Batubara dari Tongkang di Samarinda
Foto: Dinas Penerangan Angkatan Laut
Sebanyak 3 speed boat Pos TNI AL (Posal) Anggana dan Pos Pengamat (Posmat) Muara Pegah Pangkalan TNI AL (Lanal) Balikpapan berhasil mengamankan 8 kapal motor (Klotok) dan 31 ton batubara hasil pencurian tongkang batubara di daerah Muara Kembang Buoy 17 Samarinda pada Senin (17/1/2022) 21.10 WITA. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 3 speed boat Pos TNI AL (Posal) Anggana dan Pos Pengamat (Posmat) Muara Pegah Pangkalan TNI AL (Lanal) Balikpapan berhasil mengamankan 8 kapal motor (Klotok) dan 31 ton batubara hasil pencurian tongkang batubara di daerah Muara Kembang Buoy 17 Samarinda pada Senin (17/1/2022) 21.10 WITA.

Selain itu, diamankan pula 47 kru ABK dari kapal-kapal tersebut.

Mereka disergap saat sedang beraksi memindahkan batubara dari tongkang ke kapal motor.

Penangkapan tersebut dipimpin langsung Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Siswo Widodo yang sebelumnya telah melakukan patroli intensif.

Siswo mengungkapkan bahwa kegiatan penangkapan tersebut merupakan tindakan tegas yang dilakukan mengingat perkembangan situasi nasional akan kebutuhan terhadap batubara.

Menurut Siswo para pelaku pencurian merupakan masyarakat lokal dan sebagian pendatang yang bekerja sebagai cleaning tongkang batubara yang selesai muat dari vessel dan proses kembali.

Kegiatan cleaning tersebut merupakan kearifan lokal yang sudah sejak lama turun temurun dan dijadikan sebagai mata pencaharian.

Baca juga: Pengusaha Batubara Tan Paulin Buka Suara Soal Tudingan Anggota DPR

Hasil cleaning tersebut, kemudian mereka tumpuk dan mereka jual kembali ke perusahaan perusahaan batubara

"Namun kali ini diakibatkan terdesak pemenuhan biaya kebutuhan sehari hari karena sudah kurang lebih 2 minggu tidak ada muatan mengakibatkan mereka nekat melakukan pencurian," kata Siswo dalam keterangan resmi Dinas Penerangan TNI AL pada Selasa (18/1/2022).

Saat ini, kata dia, seluruh kapal motor dan kru disandarkan di Posal Anggana.

Hal tersebut, lanjut dia, karena Posal tersebut merupakan Posal terdekat dari lokasi.

Sesuai prosedur, para kru dan barang bukti akan ditindak lanjuti sesuai aturan dan hukum yang berlaku dengan berkoordinasi kepada Dinas Hukum TNI AL untuk penyidikan.

Hal tersebut mengingat ukuran delapan kapal yang beragam dari mulai 4 GT sampai paling besar 28 GT sehingga perlu adanya pendalaman. 

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari berita video viral mengenai pencurian batubara.

Untuk menyikapi hal tersebut dan mendukung kebijakan pemerintah yaitu 25% batubara untuk lokal maka Lanal Balikpapan sesuai dengan perintah dari Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono melaksanakan patroli lebih intensif dan menegakkan hukum dan aturan sesuai dengan UU no 34 Tentang TNI. 

Hadir dalam kegiatan tersebut Pasintel Lanal Balikpapan Mayor Laut (S) Arfin Trimedianto, Danunit Lanal Balikpapan Kapten Mar Arif Simamora, Dankal Sepinggan Lettu Laut (P) Dedy, Danposmat Muara Pegah Pelda Sudarno beserta seluruh unsur patroli.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas