Tribun

Kapolri Diminta Sanksi Anggotanya yang Beri Pelat Nomor Dinas Polisi kepada Arteria Dahlan

Diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bicara soal penggunaan nomor pelat bagi kendaraan di luar anggota Polri itu sendiri.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
Kapolri Diminta Sanksi Anggotanya yang Beri Pelat Nomor Dinas Polisi kepada Arteria Dahlan
Tribunnews/Vincentius Jyestha
Lima mobil yang diduga memiliki pelat nomor polisi sama di parkiran gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (19/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta untuk memberikan sanksi disiplin kepada anggotanya yang memberikan pelat nomor dinas polisi kepada Anggota DPR RI Fraksi PDIP Arteria Dahlan.

Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto menilai pernyataan Kapolri yang menyatakan akan mengevaluasi aturan pelat nomor dinas polisi merupakan hal yang keliru.

Menurut Bambang, hal yang perlu dievaluasi justru anggotanya yang memberikan pelat nomor dinas polisi kepada Arteria Dahlan.

Sebab, tindakan itu bertentangan dengan aturan yang berlaku.

"Kapolri ini keliru. Peraturannya tidak salah, yang harus dievaluasi adalah perilaku jajarannya. Harus diberi sanksi disiplin, karena salah menafsirkan dalam melaksanakan Peraturan Kapolri," kata Bambang saat dikonfirmasi, Rabu (26/1/2022).

Baca juga: 5 Pelat Mobil Arteria Dahlan Bernomor Sama, Diberi Khusus oleh Polisi karena Pejabat

Kapolri, kata Bambang, juga diminta untuk segera menarik kembali pelat dinas polisi yang telah diberikan kepada Arteria Dahlan.

Jika tidak, nantinya ada anggapan perlakuan istimewa kepada Politikus PDIP tersebut.

"TNBK DP yang sudah diberikan kepada Arteria harus ditarik kembali. Bila tidak, akan memunculkan preseden bahwa semua anggota Dewan bisa minta nopol dinas Polri. Selain itu, usut tuntas penggandaan yang dilakukan Arteria agar tak terulang lagi," jelas Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menuturkan masalah ini bisa menjadi momentum agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bisa mengambil simpati masyarakat untuk menindak tegas anggotanya.

"Publik akan lebih simpati pada Polri. Anggota polisi itu bukan malaikat yang selalu benar. Bukan malah membuat pernyataan yang muter-muter dan bikin blunder," pungkas Bambang.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas