Tribun

Virus Corona

Kasus Covid-19 Melonjak, Pekerja di Sektor Non Esensial Diminta Kembali WFH

Satgas Covid-19 meminta pekerja di sektor non esensial agar bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Nuryanti
zoom-in Kasus Covid-19 Melonjak, Pekerja di Sektor Non Esensial Diminta Kembali WFH
Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga melintas di pelican crossing, Tosari, Jakarta, Jumat (2/7/2021). Satgas Covid-19 meminta pekerja di sektor non esensial agar bekerja dari rumah atau work from home (WFH). 

TRIBUNNEWS.COM - Satgas Covid-19 meminta pekerja di sektor non esensial agar bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Kasus harian Covid-19 di Indonesia kembali mengalami peningkatan, bahkan pada Jumat (28/1/2022) mencapai penambahan hampir 10 ribu kasus.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan ada tiga provinsi yang mendominasi kasus penambahan harian Covid-19.

Tiga provinsi tersebut yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, serta kabupaten/kota dalam wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Menyusul meningkatkan Covid-19 ini, Wiku meminta pekerja sektor non esensial agar dapat bekerja dari rumah.

Baca juga: Omicron Makin Meluas, Epidemiolog Sarankan Percepat Vaksin Booster dan Kerja WFH

Baca juga: Omicron Lebih Berpotensi Sebabkan Kesehatan Memburuk Pada Anak Dibandingkan Delta, Ini Faktornya

Hal ini menjadi antisipasi agar Covid-19 tidak menular secara lebih luas di tengah keberadaan varian Omicron.

"Mohon kepada perkantoran non esensial dapat mempertimbangkan untuk menerapkan WFH kembali sebagai bentuk antisipasi terus meningkatnya kasus Covid-19," tegasnya dalam keterangan pers, Kamis (27/1/2022) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Tak hanya itu, pekerja yang memiliki intensitas mobilitas dan interaksi yang tinggi juga diminta untuk tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan.

Wiku meminta Pemerintah Daerah yang tengah mengalami kenaikan kasus untuk kembali meningkatkan pengawasan protokol kesehatan di wilayahnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Daerah juga diminta untuk mengevaluasi pengaturan kegiatan masyarakat dan melakukan penyesuaian atau perubahan jika diperlukan.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh lengah pada Pandemi Covid-19 yang masih terjadi ini.

Pasalnya, virus tersebut tidak pandang bulu dan bisa menginfeksi siapa saja.

Masyarakat diminta menggunakan masker yang benar, dan menunda pergi ke tempat kerumunan dan turut membantu agar kasus segera turun.

"Saya ingin kembali menekankan bahwa Covid-19 adalah nyata dan masih ada disekitar kita."

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas