Besok, 2 Terdakwa Polisi Jalani Sidang Tuntutan Perkara Dugaan Unlawful Killing 6 Anggota Laskar FPI
Agenda sidang tersebut yakni pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU) terhadap dua terdakwa polisi.
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Hasanudin Aco
![Besok, 2 Terdakwa Polisi Jalani Sidang Tuntutan Perkara Dugaan Unlawful Killing 6 Anggota Laskar FPI](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/briptu-fikri-ramadhan-saat-memperagakan-aksi-rebutan-senjata.jpg)
Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan akan kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana pembunuhan di luar hukum alias unlawful Killing yang menewaskan 6 anggota eks Laskar Front Pembela Islam (FPI), Selasa (15/2/2022) besok.
Humas PN Jakarta Selatan Haruno mengatakan agenda sidang tersebut yakni pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU) terhadap dua terdakwa polisi.
Adapun kedua terdakwa yang dimaksud yakni Briptu Fikri Ramadhan dan IPDA M Yusmin Ohorella yang merupakan anggota polisi kesatuan Polda Metro Jaya.
"Betul sekali besok agenda sidangnya acara tuntutan," kata Haruno saat dikonfirmasi, Senin (14/2/2022).
Baca juga: Terdakwa Kasus Unlawful Killing Bakal Jalani Sidang Tuntutan pada 15 Februari 2022
Jika merujuk pada persidangan pekan lalu, untuk sidang agenda tuntutan itu rencana digelar sekitar pukul 10.00 WIB di ruang sidang utama PN Jakarta Selatan.
Pengakuan Terdakwa Fikri
Terdakwa Polisi Briptu Fikri Ramadhan mengaku baru pertamakalinya terlibat baku tembak selama bertugas sebagai anggota kepolisian.
Pengalaman pertama itu dikatakan Fikri, pada insiden penembakan di Rest Area KM50 Cikampek yang menewaskan 6 anggota eks Laskar FPI, 7 Desember 2020 silam.
Hal itu diungkapkan Fikri dalam sidang lanjutan perkara dugaan Unlawful Killing, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (2/2/2022), dalam agenda mendengar keterangan terdakwa.
Pernyataan itu bermula saat Hakim Anggota Elfian menanyakan terkait dengan pengalaman Fikri selama bertugas sebagai anggota kepolisian.
"Saudara ketika bertugas di kepolisian sudah berapa kali terlibat baku tembak?," tanya Hakim Elfian dalam persidangan.
"Secara pastinya tidak pernah yang mulia baru kali ini (insiden Unlawful Killing)," jawab Fikri.
Mendengar jawaban tersebut, sontak memicu pertanyaan lainnya dari Hakim Elfian, dan terlihat sedikit terkejut.