Tribun

Wacana Presiden 3 Periode

Jokowi Diam Usulan Pemilu 2024 Ditunda, Pengamat: Diam Artinya Setuju atau Menimbang-nimbang

Ubedillah melanjutkan bahwa makna diam Jokowi juga bisa ditafsirkan ada semacam minat pada diri Jokowi untuk menunda pemilu.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Jokowi Diam Usulan Pemilu 2024 Ditunda, Pengamat: Diam Artinya Setuju atau Menimbang-nimbang
Tribunnews/JEPRIMA
Akademisi Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun saat menjadi narasumber Podcast Tribun Corner di Gedung Tribun, Jakarta Pusat, Jumat (21/1/2022). Ubedilah Badrun berbagi cerita mengenai dirinya usai melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) berkaitan dengan dugaan KKN relasi bisnis anak Presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta Ubedillah Badrun menyoroti sikap Presiden Jokowi yang masih bungkam soal usul penundaan Pemilu 2024 yang diembuskan Ketum PKB sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar.

Diketahui, setelah Muhaimin, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum Partai Golkar juga tampak menyetujui usul tersebut.

Tak hanya itu, Ketum PSI Giring Ganesha  juga mundur untuk pencalonan pilpres 2024 karena dirinya merasa rakyat masih membutuhkan Presiden Jokowi.

"Sejauh ini Jokowi diam saja terhadap usulan penundaan pemilu itu. Dalam budaya politik Jawa, jika diam itu maknanya dua, yaitu setuju dan sedang merenung menimbang-nimbang," kata Ubedillah kepada Tribunnews, Selasa (1/3/2022).

Ubedillah melanjutkan bahwa makna diam Jokowi juga bisa ditafsirkan ada semacam minat pada diri Jokowi untuk menunda pemilu.

"Karena yang menyampaikan ke publik tidak tanggung-tanggung yaitu ketua partai koalisi yang merupakan salah satu partai besar (Golkar) dan dua partai berbasis masa muslim (PKB dan PAN)," katanya.

Baca juga: Wacana Penundaan Pemilu, Staf Mensesneg: Jangan Seret-seret Pemerintah

Akademisi yang melaporkan dua anak Jokowi ke KPK itu menyebut bahwa menunda Pemilu 2024 bertentangan dengan konstitusi.

"Seharusnya jika memahami konstitusi UUD 1945 Jokowi segera merespon menolak penundaan itu," kata dia.

Dia memahami soal Jokowi yang tegas menolak agenda 3 periode, tetapi penegasan itu belum cukup.

"Tetapi menunda pemilu, Jokowi sampai saat ini belum bersuara. Bisa jadi menunda pemilu dilakukan karena skenario 3 periode gagal, nyapres atau nyawapres lagi juga gagal, sehingga memberikan skenario ketiga yaitu menunda pemilu," pungkasnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas