Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dokter di Sukoharjo Tewas Ditembak Densus 88 Anti Teror, Polda Jateng Angkat Bicara

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes M Iqbal Alqudusy menjelaskan kabar tentang kasus seorang dokter yang tewas ditembak Densus 88 Anti Teror

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Daryono
zoom-in Dokter di Sukoharjo Tewas Ditembak Densus 88 Anti Teror, Polda Jateng Angkat Bicara
Kompas (11/6/2016)
Ilustrasi Densus - Dokter di Sukoharjo Tewas Ditembak Densus 88 Anti Teror, Polda Jateng Angkat Bicara 

Adapun dokter Sunardi diduga menjadi pemimpin lembaga kemanusiaan HIlal Ahmar Society yang terafiliasi dengan JI.

"(Tersangka) penasihat amir dan penanggung jawab Hilal Ahmar Society yang terafiliasi yayasan teroris JI dan sudah dilarang karena terbukti melakukan pembiayaan untuk teroris di Suriah," ungkap Gatot.

Respon Aktivis 

Kasus penembakan ini mengundang respon masyarakat, tak terkecuali Ketua Umum Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Nasional (AMAN) Indonesia Ginka Ginting.

Menurut Ginka, Densus 88 pasti sudah melalui SOP dan memiliki alasan yang kuat sehingga harus menembak S.

Baca juga: POPULER REGIONAL: Fakta Dokter Terduga Teroris di Sukoharjo | Bupati Kubur Pasien untuk Pengobatan

"Penembakan yang mengakibatkan meninggalnya korban yang diduga teroris itu bukan tanpa alasan jelas."

"Pasti berdasarkan data yang dimiliki oleh Densus 88 seperti apa yang diungkapan oleh Divisi Penerangan Humas Mabes Polri," kata Ginka dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (13/3/2022).

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk itu, Ginka meminta masyarakat untuk tetap netral dan tidak memberikan penilaian yang berujung pada kesalahan persepsi.

"Sehingga muncul presepsi yang berbeda dikalangan masyarakat, hingga membuat kecemasan dan juga salah tafsir atas kejadian tersebut," sambung Ginka.

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani/Igman Ibrahim/Vincentius Jyestha Candraditya)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas