Tribun

MotoGP Mandalika

Aksi Pawang Hujan di MotoGP Mandalika, Pengamat: Jelas Bagian Strategi Promosi, Untungkan Indonesia

Aksi pawang hujan di MotoGP Mandalika menuai pro kontra. Pengamat media sosial menilai aksi ini menguntungkan Indonesia.

Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Garudea Prabawati
zoom-in Aksi Pawang Hujan di MotoGP Mandalika, Pengamat: Jelas Bagian Strategi Promosi, Untungkan Indonesia
Instagram @motogp
Pawang hujan (kiri) beraksi di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, Minggu (20/3/2022). Aksi pawang hujan bernama Raden Rara itu ditirukan oleh pembalap MotoGP, Fabio Quartararo (kanan). 

TRIBUNNEWS.COM - Sosok pawang hujan yang beraksi di ajang MotoGP Mandalika, Lombok, NTB, Minggu (20/3/2022) masih menjadi perbincangan masyarakat.

Diketahui, pawang hujan bernama Rara Istiani Wulandari atau Raden Rara disorot kamera dan disiarkan di seluruh dunia saat "tampil" melakukan aksinya.

Aksi pawang hujan di MotoGP Mandalika itu pun mendapat respons beragam, baik pro maupun kontra.

Pengamat media sosial dari Komunikonten dan CEO Global Influencer School, Hariqo Satria, menilai dipertontonkannya pawang hujan justru memberi keuntungan bagi Indonesia.

Pembalap MotoGP, Fabio Quartararo, bahkan tersedot perhatiannya dan menirukan aksi pawang hujan, yang kemudian videonya viral.

Bahkan akun resmi @MotoGP juga memberi perhatian khusus terhadap pawang hujan tersebut.

Baca juga: Iko Uwais Bangga Pawang Hujan Indonesia Go Internasional

"Mempertontonkan cara pawang hujan bekerja jelas bagian dari strategi promosi, ini adalah seni mengubah krisis menjadi peluang, mengapa?"

"Sebab Indonesia akan rugi, jika setelah MotoGP, warga dunia hanya membicarakan Miguel Oliveira, Marc Marquez, Quantararo, dll," ungkap Hariqo, Selasa (22/3/2022).

Menurut Hariqo, harus ada kejadian yang membuat warga dunia juga membicarakan Indonesia, mengetik kata "Indonesia" di mesin pencari, atau penasaran dengan warna cawan yang mirip minyak goreng.

"Panggung ini diperankan dengan baik oleh seorang anggota tim pawang hujan, Rara Istiani Wulandari dan staf hotel bernama Risman," ujar Hariqo.

Baca juga: Ini Sosok Risman, Pria yang Disebut Juara MotoGP Mandalika Miguel Oliveira Sebelum Naik Podium

Pengamat media sosial dari Komunikonten dan CEO Global Influencer School, Hariqo Satria
Pengamat media sosial dari Komunikonten dan CEO Global Influencer School, Hariqo Satria (Istimewa)

Hariqo mengungkapkan, di era digital seperti saat ini, diplomat bukan saja yang berdasi.

"Tapi dukun, staf hotel juga bisa jadi diplomat yang membuat orang tertarik untuk berkunjung ke Lombok dan wilayah Indonesia lainnya," ungkapnya.

"Dalam konteks lain, Novelis Andrea Hirata juga sukses melakukannya setelah bertahun-tahun pemerintah 'bingung' mempromosikan sebuah potongan surga bernama Bangka Belitung," ungkapnya.

Risman, staf hotel di mana Miguel Oliveira tinggal di Lombok NTB.
Risman, staf hotel di mana Miguel Oliveira tinggal di Lombok NTB. (Tangkap layar akun Instagram @richman_taye)

Diketahui, novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang kemudian difilmkan dapat menjadi promosi untuk Bangka Belitung.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas