TNI AL Amankan Kapal Pembawa 5,5 Ton Minyak Tanah Ilegal di Perairan Gua Rangko NTT
Minyak tanah yang diangkut oleh kapal kayu tersebut rencananya akan diselundupkan ke Sape, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penulis: Gita Irawan
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Labuan Bajo berhasil mengamankan kapal kayu pembawa minyak tanah tanpa dokumen resmi (ilegal) seberat 5,5 ton.
Kapal tersebut diamankan di perairan Gua Rangko, Desa Tanjung Boleng, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (31/3/2022).
Kapal kayu tersebut membawa minyak tanah ilegal dalam jeriken kapasitas 20 liter sebanyak 275 buah.
Minyak tanah tersebut rencananya akan diselundupkan ke Sape, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penangkapan berawal dari data intelijen di lapangan terkait adanya indikasi giat penyelundupan di pelabuhan-pelabuhan tidak resmi di wilayah Manggarai Barat.
Oleh karena itu, patroli rutin yang dilaksanakan Patkamla Lanal Labuan Bajo menititik beratkan pada pengawasan pada pelabuhan-pelabuhan tidak resmi.

Patkamla kemudian melaksanakan patroli di sisi utara Labuan Bajo tepatnya di daerah Tanjung Boleng Desa Rangko.
Dari hasil patroli tersebut diketahui terdapat kegiatan yang mencurigakan yakni adanya aktivitas bongkar muat jeriken oleh kapal kayu di Dermaga Jeti.
Setelah menerima laporan Tim Patroli, Komandan Lanal Labuan Bajo Letkol Laut (P) Roni memerintahkan untuk melaksanakan operasi penangkapan dan pemeriksaan pada saat kapal tersebut sudah bergerak.
Pada saat kapal sudah mulai bergerak dan Tim mulai mendekati sasaran dari arah haluan tiba-tiba kapal bermanuver ke arah tepi pantai, para tersangka kabur dan berlari ke hutan.
Selanjutnya untuk pemeriksaan lebih lanjut, tim membawa barang bukti kapal dan minyak tanah ke pihak Kepolisian Manggarai Barat.
Baca juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia, Ada Balita Berusia 22 Bulan
Roni mengatakan TNI AL sebagai aparat penegakan hukum di laut selalu siaga terhadap kegiatan-kegiatan ilegal.
Penangkapan tersebut, kata Roni, termasuk kegiatan ilegal oil yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencari keuntungan pribadi atau kelompoknya.
"Ada indikasi bahan bakar minyak tanah ini akan diperjualbelikan di wilayah Sape dan kegiatan seperti ini tentu akan dapat menimbulkan terjadinya kelangkaan minyak tanah di tengah masyarakat khususnya di Manggarai Barat," kata Roni dalam keterangan resmi Dinas Penerangan TNI AL pada Sabtu (2/4/2022).
Roni mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk membuat Berita Acara Serah Terima Barang Bukti dan penanganan lebih lanjut.
"Kami Lanal Labuan Bajo akan terus mengawal dan memberikan jaminan keamanan dari sisi laut, untuk itu kami mengharapkan peran serta masyarakat dalam memberikan informasi jika ada kegiatan-kegiatan ilegal yang aktivitasnya melalui jalur laut," kata Roni.