Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pakar Kesehatan Sebut Perlu Pertimbangan dan Riset Mendalam Terkait Ganja untuk Medis

Dicky Budiman mengatakan perlu pertimbangnan dan riset dalam menentukan kebijakan ganja untuk kepentingan medis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Pakar Kesehatan Sebut Perlu Pertimbangan dan Riset Mendalam Terkait Ganja untuk Medis
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Pakar kesehatan dari Universitas Griffith, Dicky Budiman mengatakan perlu pertimbangnan dan riset dalam menentukan kebijakan ganja untuk kepentingan medis. 

"Namun bedanya, kalau untuk terapi dalam artian aspek medis, kedokteran modern belum ada riset yang memadai. Belum ada dasar rujukan yang kuat, terutama dari aspek efek samping," kata Dicky.

Sehingga, jika ganja mau dijadikan sebagai terapi, harus ada riset terlebih dulu.

Namun selama ini menurut Dicky masih belum banyak atau lemah dalam aspek Randomized Controlled Trial (RCT).

"Masih lemah banget. Ini masih harus ditunggu, ya kalau mau dipakai harus ada rujukannya, dasarnya apa. Bukan hanya diklaim ada saja," kata Dicky.

Sejauh ini perlu untuk menunggu data.

Selain itu, walau tidak sekuat morfin, ganja juga punya aspek yang bisa disalahgunakan dan menimbulkan efek samping.

"Baik kerugian secara sosial dan kesehatan, ini tentu harus menjadi pertimbangan," kata Dicky.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas