Tribun

Menkes: Cacar Monyet Menular Kalau Gejala Sudah Terlihat

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan, cacar monyet atay monkeypox baru bisa menular setelah ada gejala dari penderita. Ini cara mencegah.

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
zoom-in Menkes: Cacar Monyet Menular Kalau Gejala Sudah Terlihat
YUKI IWAMURA / AFP
Kyle Planck, 26, yang telah pulih dari cacar monyet, menunjukkan bekas luka dari ruam di kulitnya saat wawancara di New York pada 19 Juli 2022. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan, cacar monyet atay monkeypox baru bisa menular setelah ada gejala dari penderita. Ini cara mencegah. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan, cacar monyet atay monkeypox baru bisa menular setelah ada gejala dari penderita.

"Ini (monkeypox) baru menular jika gejalanya sudah terlihat," ujar Menkes Budi, Rabu (27/7/2022), dikutip dari laman Kemenkes.

Diketahui, penularan virus monkeypox melalui sentuhan fisik dengan penderita.

Virus ditularkan melalui cairan yang melepuh dari ruam atau bercak merah dari penderita.

Gejala awal dimulai dari demam dan merasa kurang sehat.

Tapi baru diduga kuat sebagai penyakit monkeypox setelah ada bercak merah.

Baca juga: Kasus Cacar Monyet Didominasi oleh Laki-Laki, Ini Cara Mencegahnya

Bercak tersebut harus cepat diambil cairannya untuk pemeriksaan lab dan diagnosa.

Biasanya penyakit ini bisa sembuh dalam waktu 2 minggu sampai 4 minggu.

Di Indonesia kasus monkeypox tidak terdeteksi hingga saat ini.

Terkait vaksinasi monkeypox, lanjut menkes, baru ada di Amerika dan Rusia. Vaksinnya sama dengan vaksin cacar air.

Cukup diberikan satu kali untuk seumur hidup.

Cara Pencegahan Cacar Monyet atau Monkeypox

Untuk pencegahan ditingkat masyarakat, Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan, Moh. Syahril mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan diri dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun/alkohol, menggunakan masker serta membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Prokes, kata Jubir Syahril masih menjadi cara paling ampuh untuk mencegah Monkeypox mengingat karakteristiknya yang hampir mirip dengan Covid-19, yakni self limiting disease atau bisa sembuh sendiri dengan gejala yang muncul sekitar 2 sampai 4 minggu serta belum adanya obat khusus ataupun vaksin untuk Monkeypox.

"Prokes adalah kebutuhan wajib kita untuk menghindari penularan baik dari Covid-19 maupun penyakit infeksi emerging lainnya termasuk Monkeypox dan Hepatitis Akut," pesan Jubir Syahril.

Baca juga: Cacar Monyet Apakah Sudah Terdeteksi di Indonesia? Ini Kata Kemenkes

Walaupun gejalanya cenderung ringan bahkan sembuh sendiri, Monkeypox bisa menjadi penyakit derajat berat dan berpotensi menyebabkan komplikasi penyakit seperti infeksi sekunder, bronkopneumonia, sepsis, dan ensefalitis.

Infeksi kornea sehingga menyebabkan kebutaan manakala tidak segera mendapatkan penanganan medis.

"Apabila mengalami gejala demam dan ruam, harap memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat jika mengalami gejala serupa," pungkas Jubir Syahril.

(Tribunnews.com, Widya)

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas