Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fahri Hamzah Sentil Airlangga: Senyum di Tiap Desa Tapi Elektabilitas Enggak Naik

Fahri menyayangkan elektabilitas Airlangga yang tak kunjung naik meski balihonya dipasang di sejumlah desa di Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Fahri Hamzah Sentil Airlangga: Senyum di Tiap Desa Tapi Elektabilitas Enggak Naik
Rizki Sandi Saputra
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah saat ditemui awak media di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (7/6/2022). Waketum Gelora Fahri Hamzah memberikan sentilan terhadap Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang digadang-gadang sebagai salah satu bakal calon presiden (Bacapres) 2024. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Waketum Gelora Fahri Hamzah memberikan sentilan terhadap Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang digadang-gadang sebagai salah satu bakal calon presiden (Bacapres) 2024.

Fahri pun menyayangkan elektabilitas Airlangga yang tak kunjung naik meski balihonya dipasang di sejumlah desa di Indonesia.

"Ayo pasang iklan, hajar, sudah senyum di setiap desa tuh Airlangga enggak naik-naik (elektabilitas) tuh ya, kan enggak naik-naik," kata Fahri dalam sebuah diskusi di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (30/7/2022).

Baca juga: Menko Airlangga: Fundamental Ekonomi Lebih Baik, Indonesia Tidak Akan Alami Resesi

Fahri menyarankan partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), yakni Golkar, PAN, PPP, untuk mengusung sosok Airlangga.

Menurutnya, hal tersebut juga dilakukan agar ketiga partai yang berkoalisi tersebut mendapat cottail effect.

"Mari kita berjuang supaya tiga partai ini dapat cotail efect, kita hadirkan dari sekarang," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Kendati demikian, Fahri menilai jika ketiga partai tersebut sulit untuk mendukung Airlangga sebagai capres.

Sebab, kata dia, Partai Golkar tak mungkin membiarkan PAN jadi besar. Kemudian, PAN juga tak mungkin membiarkan PPP besar.

"Mana ada orang ngumpul beda kepentingannya, enggak ada. Mau Golkar rela membiarkan PAN besar? Kemudian PAN membiarkan PPP besar dalam satu cermin yang sama? Mustahil," ungkapnya. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas