Tribun

Polisi Tembak Polisi

Para Penasihat Kapolri Sempat Mengira Keterlibatan Fahmi Alamsyah di Kasus Brigadir J Hanya Hoaks

Ternyata Fahmi Alamsyah didesak mundur oleh para penasihat Kapolri yang lain karena menyalahi etik dan moralitas sebagai penasihat ahli Kapolri.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Para Penasihat Kapolri Sempat Mengira Keterlibatan Fahmi Alamsyah di Kasus Brigadir J Hanya Hoaks
Surya Tribunnews/kolase
Profil Fahmi Alamsyah Staf Ahli Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang mengundurkan diri setelah disebut-sebut terlibat dalam kasus tewasnya Brigadir J. Ternyata Fahmi Alamsyah menyalahi etik dan moralitas sebagai penasihat ahli Kapolri sehingga didesak untuk mengundurkan diri. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penasihat Ahli Kapolri Bidang Komunikasi Publik, Fahmi Alamysah turut terseret dugaan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Fahmi Alamysah diduga turut merekayasa dan membantu Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di kasus pembunuhan Brigadir J

Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hukum, Chairul Huda menyatakan bahwa para penasihat ahli Kapolri baru mengetahui Fahmi Alamsyah diduga terlibat dalam kasus Irjen Ferdy Sambo dari pemberitaan awak media.

Awalnya, mereka berpikir informasi itu tidak benar alias hoaks.

Bahkan, kata Chairul Huda, para penasihat ahli Kapolri sempat memberikan saran agar Fahmi Alamsyah  memberikan hak jawab atas pemberitaan yang beredar di media sosial.

Hal itu bertujuan untuk membantah semua tudingan tersebut.

"Kami awalnya menduga itu hoaks. Makanya ketua penasihat ahli Kapolri menyarankan Pak Fahmi itu menggunakan hak jawab atas pencantuman dan jabatan beliau terkait dengan skenario maupun kronologis tembak menembak di rumah dinas Pak Ferdy Sambo," kata Chairul Huda kepada Tribunnews.com, Kamis (11/8/2022).

Chairul Huda menuturkan bahwa kecurigaan para penasihat ahli Kapolri mulai muncul setelah saran tersebut tidak digubris oleh Fahmi Alamsyah.

Akhirnya, Fahmi Alamsyah pun mengakui bahwa dirinya mengetahui kronologis penembakan Brigadir J tak lama sesudah kejadian atau pada Jumat 8 Juli 2022 malam.

"Beliau tidak merespons sampai informasinya kemudian makin banyak tentang hal itu. Nah barulah setelah berkali kali ditanyakan beliau memberikan penjelasan bahwa benar beliau mengetahui informasi itu sejak Jumat malam, beliau kemudian diminta untuk menyusun draf pers rilis dan seterusnya," ungkap Chairul Huda.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas