Tribun

Polisi Tembak Polisi

Eks Ketum PBNU Said Aqil Minta Pemerintah Jujur Soal Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J

Said Aqil Siradj meminta pemerintah jujur dalam menangani dugaan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo Cs. 

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Eks Ketum PBNU Said Aqil Minta Pemerintah Jujur Soal Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
KH Said Aqil Siroj 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eks Ketua Umum (Ketum) PBNU Said Aqil Siradj meminta pemerintah jujur dalam menangani dugaan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yoshua atau Brigadir J yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo Cs. 

Apalagi, Said Aqil menuturkan bahwa pembunuhan itu turut yang menyeret banyak petinggi Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. 

"Kita meminta pemerintah jujur. Sifat jujur ini wajib, baik para pemimpin, kita semua, juga Polri. Sebab, kalau hilang satu sifat jujur tersebut, beginilah yang kita rasakan. Rusaknya moral aparat, masyarakat merasa hilang keadilan, kebutuhan hidup susah," kata Said Aqil Siradj kepada awak media, Senin (22/8/2022).

Said Aqil mengingatkan bahwa seluruh nabi dan khususnya Nabi Muhammad SAW wajib memiliki empat sifat, yaitu shiddq, amanah, tabligh dan fathanah. 

"Tidak hanya para nabi, kita semua wajib memiliki sifat shiddiq ini. Kita wajib jujur. Satu sifat jujur ini hilang,  shiddiq hilang dari pejabat, shiddiq hilang dari aktivis, berantakan semua," jelasnya.

Meski begitu, imbuh dia, kita tidak menuntut semua aparat dan masyarakat berlaku seperti malaikat yang tak pernah salah. Namun, kejujuran itu harus kita lakukan dari memulai setiap pekerjaan. 

"Nah, kalau dari awal ditutupin, diatur sedemikian rupa, direkayasa dan tidak jujur. Maka itu akan sangat merusak," jelasnya.

Baca juga: Ferdy Sambo Tembak Brigadir J Lebih Dahulu Sebanyak 2 Kali Lalu Dilanjutkan Bharada E

Lebih lanjut, Said Aqil menuturkan bahwa Allah memang maha pengampun. Namun jika hambanya terus menerus berbuat dosa, maka Allah akan murka. 

"Orang berbuat salah sekali, masih ditutupi, masih dimaafkan. Tapi kalau kejahatan terus berulang, maka Allah murka dan akhirnya diperlihatkan. Ini yang tampak pada kita semua," pungkasnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas