Tribun

Indonesia dan Negara G20 Akan Bangun Pusat Manufaktur Vaksin, Terapi, dan Diagnostik

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, upaya ini melibatkan semua negara anggota G20 dan organisasi internasional.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Erik S
zoom-in Indonesia dan Negara G20 Akan Bangun Pusat Manufaktur Vaksin, Terapi, dan Diagnostik
Tangkap layar kanal YouTube Sekretariat Presiden
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia dan beberapa anggota G20, yakni Argentina, Brasil, India, serta Afrika Selatan, memiliki inisiatif memperkuat pusat manufaktur dan membangun pusat penelitian kolaboratif. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Indonesia dan beberapa anggota G20, yakni Argentina, Brasil, India, serta Afrika Selatan, memiliki inisiatif memperkuat pusat manufaktur dan membangun pusat penelitian kolaboratif.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, upaya ini melibatkan semua negara anggota G20 dan organisasi internasional.

Baca juga: Dialog B20-G20 Tekankan Kolaborasi untuk Praktik Bisnis yang Berintegritas

“Bersiap menghadapi pandemi berikutnya dan ancaman kesehatan global, setiap negara harus memiliki akses dan kapasitas untuk mengembangkan vaksin, terapi, dan diagnostik (VTD) terlepas dari status ekonomi dan geografisnya,” ujar Budi Gunadi Sadikin, Senin (22/8/2022).

Upaya kolaboratif ini berfokus pada pembangunan penelitian dan kapasitas produksi di negara-negara anggota G20 berpenghasilan menengah.

Kesenjangan dalam kapasitas setiap negara G20 dalam menghadapi pandemi dapat memperlambat kesiapsiagaan dan respons terhadap Covid-19.

Baca juga: Hadapi Tantangan Zaman, G20 Susun Skills Strategy

Banyak platform teknologi pembuatan vaksin telah dikembangkan, termasuk mRNA, viral vector, adjuvanted protein sub unit, dan inactivated vaksin, khususnya dengan efektivitasnya yang tinggi. Namun, sebagian besar vaksin mRNA telah dikembangkan dan diproduksi oleh perusahaan farmasi di negara berpenghasilan tinggi.

Dalam meningkatkan akses global dan kapasitas produksi, berbagi pengetahuan, pengembangan kapasitas, dan transfer teknologi di antara negara-negara G20 sangat penting. 

Semua negara memiliki akses yang adil dan setara terhadap vaksin. Untuk mencapai hal ini, penting untuk memperkuat kapasitas penelitian dan pengembangan, mendiversifikasi rantai pasokan dan meningkatkan kolaborasi antar negara dan antara pusat penelitian publik dan swasta.

Baca juga: Teknologi Karya Digital Nusa Gandeng Pemprov Bali Tingkatkan Sistem Transportasi Jelang G20

Selain itu, sangat penting memastikan akses dan kapasitas yang adil dalam mengembangkan diagnostik dan terapi untuk memungkinkan akses yang lebih baik dalam menghadapi pandemi di masa depan.

Pandemi Covid-19, telah memberikan pelajaran bahwa respons kesehatan global dilakukan dengan memutus mata rantai penularannya. Selain itu kesiapsiagaan pandemi yang lebih kuat di setiap negara juga sangat penting.

Tantangannya adalah pengembangan serta penerapan diagnostik, terapi, dan vaksin yang aman dan efektif dilakukan dalam waktu maksimum 100 hari di tingkat global.

Ini hanya dapat dicapai jika semua negara, baik negara berpenghasilan tinggi, menengah, maupun rendah, memiliki kapasitas untuk memproduksi atau memiliki akses yang sama terhadap vaksin, teraputik, dan diagnostik.

“Dengan demikian, sangat penting untuk membangun dan memperkuat jaringan kolaboratif ilmuwan di bidang yang terkait dengan kedaruratan kesehatan masyarakat,” ucap Menkes Budi.

Pusat penelitian dapat menjadi kerangka kerja yang sangat baik untuk mendorong munculnya penelitian kolektif dalam pencegahan, kesiapsiagaan dan respons pandemi, menggabungkan beberapa ekosistem yang ada.

Pusat penelitian sangat penting untuk memfasilitasi interaksi dan kolaborasi di antara negara-negara anggota, sehingga dapat mengatasi tantangan utama kawasan dalam kesiapsiagaan, pencegahan, dan respons pandemi. Kemitraan yang erat di antara pusat penelitian memfasilitasi pertukaran cepat informasi penting selama pandemi.

Wiki Terkait

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas